BERITA SUNGAI PENUH – Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sungai Penuh, terus mengalami peningkatan, sedangkan untuk stok alat swab telah menipis.
Seperti yang di ketahui, tim dari Dinas Kesehatan terus melakukan tracing terhadap warga yang kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga menyebabkan, stok dari alat swab menipis di Kota Sungai Penuh.
Baca Juga : Pemkot Sungai Penuh Gelar Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19
Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Hatmizar mengungkapkan, di bandingkan dengan tahun 2020 kemarin, di awal tahun 2021 ini terjadi peningkatan kasus di kota Sungai Penuh yang sangat signifikan.
“Jika di tahun 2020 kemarin sebanyak 175 orang, yang terkonfirmasi positif Covid-19 di kota Sungai Penuh. Namun di awal tahun 2021 hingga (04/02), sudah mencapai 156 yang terkonfirmasi Positif Covid-19,” ungkapnya, Jum’at (05/02/2021).
Lihat Juga : Geger, Seorang Ayah di Tanjabbar Tega Grepe Hingga Paksa Anaknya Foto Bugil
Dengan terjadinya peningkatan kasus yang sangat signifikan saat ini, Ia juga menjelaskan, mengakibatkan menipisnya ketersediaan logistik di Dinkes. Seperti Virus Transport Media (VTM), atau media untuk membawa sampel swab dan alat Rapid Test.
Kemudian, logistik yang di gunakan sebelumnya juga merupakan sisa dari tahun 2020 kemarin. Karena dari bulan Januari hingga hari ini saja, pihaknya telah mengeluarkan sekitar 700 VTM, dan sekarang yang tersisa stok sekitar 300 VTM.
Lihat Juga Video : Ditengah Perjalanan, Bupati Setir Mobil Sendiri
“Hari ini kita juga melakukan tracing terhadap kontak 30 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang telah di tetapkan kemarin. Kalau stok dari logistik ini habis, kita belum tau bagaimana selanjutnya apakah ada di anggarkan untuk 2021 apa tidak, baik itu VTM maupun alat Rapid Test,” tuturnya.
Hatmizar pun berharap, keseriusan dari semua instansi terkait terutama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sungai Penuh. Dalam upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini, karena Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. (Jul)
