Soal Calon Wakil Bupati Merangin, Pengamat Sarankan 2 Nama Ini

BERITA POLITIK – Pasca di tinggal Al Haris waktu lalu, kursi jabatan wakil Bupati Merangin hingga saat ini kosong, namun beberapa nama calon mencuat. Pengamat politik Nasional, Muslim Tanja sarankan ini.

Hal ini di sampaikan Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia itu, saat di konfirmasi Dinamikajambi.com baru-baru ini.

Baca juga : Viral Jenazah Pasien Covid-19 Terlantar di Jambi, Warganet : Viralkan Sampai Jokowi

Ia menyebutkan, melihat kekosongan kursi Wakil Bupati Merangin ini, Ia pun sarankan figur alternatif. Menurutnya, terdapat 2 nama potensial. Siapa dia?

Seperti di ketahui, setelah di tinggal Al Haris baru-baru ini, tahta tertinggi di Kabupaten Merangin kosong. Mashuri pun di nobatkan menggantikan pria yang kini menjabat sebagai Gubernur Jambi itu, untuk mengisi tahta Bupati Merangin.

Dengan demikian, kursi Wakil Bupati Merangin pun saat ini masih belum terisi alias kosong, pasca di tinggalkan Mashuri.

Untuk mengisi kekosongan Wakil Bupati Merangin itu, beberapa calon nama dari partai koalisi pun bermunculan. Salah satunya Izhar Majid dari partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan ada lagi nama lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Muslim menuturkan, sudah seharusnya Kabupaten Merangin memiliki sosok Wakil Bupati, dengan memiliki catatan tertentu. Mengapa demikian?

“Wo Haris, sudah di lantik menjadi Gubernur. Otomatis, Pak Mashuri yang sebelumnya menempati posisi wakil, akan naik menjadi Bupati. Artinya, ada kekosongan posisi wakil. Untuk menjaga kondusivitas politik, di sarankan posisi tersebut di isi oleh figur netral. Yang tentunya, dapat di terima semua kalangan,” ujarnya.

Menurutnya, jika posisi wakil di isi oleh sosok dari kalangan partai politik pengusung, itu malah di nilai berpotensi menjadi gesekan politik antar sesama partai pendukung.

Betapa tidak, seluruh partai pendukung akan berduyun-duyun mengusulkan kadernya masing-masing.

Apalagi, Ia menilai penentuan sosok wakil Bupati Merangin ini, bakal berimbas pada peta politik 2024 mendatang.

Tak ayal, Pria lulusan Magister Universitas Indonesia ini menyarankan, agar sosok yang akan mendampingi Mashuri tidak berasal dari Partai Koalisi.

“Jika gesekan politik terlalu tinggi, kasihan Pak Mashuri tidak dapat bekerja dengan baik. Tentu, itu dapat berimbas pada terhambatnya pembangunan di Merangin. Justru, Mashuri butuh sosok pendamping, yang dapat bekerjasama dan meringankan beban beliau. Dengan memberikan support penuh, tanpa adanya tekanan politik, ” jelasnya.

Muncul 2 Nama Potensial

Selanjutnya, Muslim menambahkan, saat ini kacamata politiknya lebih menaruh perhatian pada sosok 2 putra daerah Merangin. Tentunya yang memiliki basic praktisi dan akademisi. Siapakah gerangan?

Ya, sosok itu ada pada Muhammad Dong, atau lebih akrab di kenal dengan Dhong Gani.

Menurutnya, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia itu layak menjadi pendamping Mashuri. Kok bisa?

Bilangnya, mengapa Dhong Gani di nilai layak. Salah satunya yakni, memiliki kiprah luar biasa di Ibukota Negara. Selain memiliki pengalaman organisasi yang luas, Dhong juga banyak menggeluti dunia profesional.

Di tambah lagi, Muslim melihat banyak Perusahaan besar telah menggunakan potensinya, sebagai Konsultan Komunikasi.

“Saat ini, Ia berkantor di Istana Wapres, menempati posisi sebagai Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia. Sosok seperti beliau, menurut saya layak mendampingi Pak Mashuri. Sejauh ini, saya mengenal beliau sangat care dan sering mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada di Merangin,” terangnya.

Kemudian, nama lain yang juga di nilai layak dampingi Mashuri adalah Dr Pahrudin HM.

Menurut Muslim, pria yang akrab di sapa Doktor Pahru itu, adalah sosok akademisi muda, yang kiprahnya saat ini tersohor di Jambi. Selain di percaya sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Nurdin Hamzah, Pahrudin juga di ketahui aktif, dalam mengisi kajian seputar kebijakan publik Jambi.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Apalagi, akademisi lulusan S3 Ilmu Sosial Universitas Airlangga itu, juga menahkodai sebuah lembaga kajian bernama Public Trust Institute atau di kenal dengan PUTIN.

“Sedangkan Dr Pahrudin, selama ini sangat di kenal sebagai intelektual muda Jambi. Kiprahnya dalam dunia pendidikan, tidak di ragukan lagi.” tutupnya. (Tr01)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page