BERITA JAMBI – Video viral jenazah pasien Covid-19 terlantar di Jambi bikin heboh. Ternyata, kronologi jenazah pasien Covid-19 terlantar lebih mencengangkan dan penuh kejanggalan.
Informasi yang terangkum awak media dari kerabat korban dan berbagai sumber, MT awalnya kecelakaan tunggal pada 9 Agustus silam. Keluarga membawanya ke Rumah Sakit Erni Medika.
Dalam pemeriksaan, korban yang sakit di area kepala akibat kecelakaan, ternyata positif Covid-19.
“Hasil dari antigen, ternyata positif,” ungkap salah satu kerabat korban.
Lantaran tak menerima BPJS dan pertimbangan biaya yang besar, keluarga kemudian membawa MT ke Rumah Sakit Abdul Manap.
Ternyata, di RS Abdul Manap hasil tes malah negatif. Namun lantaran kepala yang perlu tindakan medis dan dokter spesial tidak ada, rujukan ke Abdul Manap kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Raden Mattaher.
“Di Raden Mattaher masuk ke IGD beberapa hari. Sekitar 3 hari menunggu masuk ke ICU Covid-19,” terang kerabat tersebut.
Kondisi korban yang terbilang butuh tindakan medis cepat, malah menunggu 3 hari. Informasi dari berbagai sumber, tidak ada penanganan khusus dari petugas dalam waktu tersebut.
Setelah ICU Covid-19 kosong, MT mendapatkan penangganan.
Kronologi Jenazah Pasien Covid-19 Terlantar, Paru-paru Bermasalah?
Konyolnya, hasil pemeriksaan korban menyatakan paru-paru MT bermasalah. Padahal menurut keluarga dan kerabatnya, MT bukanlah perokok. Kecurigaan pun merebak dari hasil pemeriksaan tersebut.
Namun kemudian beberapa hari di Rumah Sakit RM, MT menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (19/08/2021) sekitar pukul 06.00 Wib.
Kejanggalan pun kembali terjadi. Pasalnya, dengan perawatan akhir di ICU Covid-19, pemakaman pasien tak berlangsung sebagaimana pasien Covid-19.
Mirisnya, jenazah diletakkan begitu saja di jalan. Tidak ada petugas berpakaian lengkap untuk pemakaman khusus Covid-19.
Baca Juga : Viral Jenazah Pasien Covid-19 Terlantar di Jambi, Warganet : Viralkan Sampai Jokowi
Terang saja, keluarga terkejut dengan tindakan terbilang tak manusiawi tersebut. Tanpa persiapan khusus, kerabat korban harus mengotong peti jenazah terbungkus plastik ke liang lahat di TPU Bumi Langgeng
Menurut informasi, petugas tak mau masuk ke TPU Bumi Langgeng. Mereka masuk ke pemakaman yang disediakan pemerintah.
“Katanya mereka cuma 1 tim. Karena 1 tim, mereka tidak mau masuk Bumi Langgeng,” sebut sumber.
Sementara itu, Direktur RSUD Raden Mattaher belum terkonfirmasi terkait hal ini. Baik lewat telpon maupun pesan awak media belum mendapat jawaban.
Baca Juga : Ada Penyekatan, Mau Masuk ke Kota Jambi? Masyarakat Harus Tau Ini
Sebelumnya beredear video singkat berdurasi 54 detik di media sosial, Instagram. Video yang sama namun dengan durasi lebih panjang, menyebar di facebook.
Suara perempuan dan kerabat korban, terekam dalam video tersebut. Perekam menunjukkan peti jenazah coklat terbungkus plastik layaknya pemakaman pasien Covid-19.
Suara perempuan yang berada di kawasan pemakaman tersebut, mengungkapkan jika rumah sakit menelantarkan jenazah Covid-19 itu.
“Dibawa dari rumah sakit umum, cuman di letakkan di tengah jalan ini. Tak sampai pun ke lubang lahat,” katanya dalam video tersebut.
Pertanggung jawaban rumah sakit, menjadi sorotan dalam rekaman tersebut. Perekam mempertanyakan rumah sakit yang meletakaan jenazah begitu saja. Jika memang Covid-19, seharusnya pemakaman dengan protokol kesehatan bukan?
“Kalau memang Ia Covid, kenapa kami yang ngurus? Covid itu kan menular,” protes perekam
