HUKRIM – Seorang paranormal jadi sasaran pembunuh bayaran, lantaran nekat rayu hingga setubuhi istri pelaku. Sang suami yang berang dengan perselingkuhan itu naik pitam.
Mengetahui perbuatan istrinya yang main gila dengan pria tersebut, sang suami membayar pembunuh bayaran dengan harga puluhan juta, paranormal itu pun didor pembunuh bayaran tersebut.
Sebelumnya, telah terjadi penembakan di Tangerang. Di mana di pastikan tak ada kaitanya dengan korban, sebagai ketua majelis taklim.
Baca juga : Soroti Lalin Truk Batu Bara di Jambi, Dewan Angkat Bicara
Polisi juga korban penembakan di Tangerang bernama Amran alias Alex bukan ustad, melainkan seorang paranormal.
Pekerjaan korban itu pula yang mempertemukannya, dengan istri pelaku berinisial M yang merupakan insiator penembakan di Tangerang.
Mulanya, istri M mendatangi korban untuk menjalani pengobatan alternatif pada 2010 silam.
“Pada saat itu istri tersangka M berobat ke korban, masang susuk,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunung, di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).
Usai pertemuan itu, antara istri pelaku dan korban menjadi semakin dekat.
Keduanya bahkan kerap kali berkomunikasi, tanpa sepengetahuan M.
Amran alias Alex pun melancarkan rayuannya, sampai akhirnya berujung istri M mau di setubuhi korban. Keduanya lantas memutuskan bertemu di sebuah hotel, untuk melakukan hubungan badan. Tentu saja, itu tidak di ketahui oleh M.
Namun, hubungan terlarang itu sebelumnya tidak pernah di akui oleh istri M.
“(Persetubuhan) Di ketahui sekitar dua tahun lalu. Dari sms bocor itu. Pada saat dia (M) haji, sang istri baru mengaku telah bersetubuh dengan korban,” beber Yusri.
Mendapati pengakuan istrinya, M emosi dan tak terima. Ia lalu menyewa pembunuh bayaran, untuk menghabisi korban.
“M membayar tiga pelaku Rp 60 juta, untuk menghabisi korban. Satu pelaku lain masih DPO inisial Y,” ujar Yusri.
Bukan Ustadz
Sementara, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, korban penembakan di Tangerang bernama Arman alias Alex, di pastikan bukan seorang ustad.
Berdasarkan pendalaman dan penyelidikan, korban adalah seorang parnormal dan membuka praktik pengobatan alternatif.
“Dia (korban) bukan seorang ustad, tapi dia seorang paranormal,” beber Tubagus Ade Hidayat.
Tubagus menegaskan, hal itu di dukung dengan sejumlah temuan dan bukti, yang di dapatkan penyidik.
“Dari mana kita ketahui (korban bukan ustad)? Dari bukti-bukti yang kita temukan di rumahnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, korban mendapat panggilan ‘ustad’ dari warga sekitar, karena memang sebagai ketua majelis taklim.
Namun aktivitas keseharian korban, tidaklah mencerminkan seorang ustad pada lazimnya.
“Dia di panggil ustadz karena menjadi ketua majelis taklim. Tapi dia tidak mengajar ngaji, tidak mengajarkan ilmu agama,” terangnya.
Berita lain : Ketua KPK Beri Tips Anti Korupsi pada DPRD Se-Provinsi Jambi
Selain itu, kata Tubagus, penembakan korban juga tak ada kaitannya dengan korban sebagai ketua majelis taklim.
Kasus penembakan tersebut, murni di picu karena dendam pribadi seorang pelaku berinisial M terhadap korban.
“Kami tegaskan, ini tidak ada kaitannya sebagai ketua majelis taklim. Ini dendam pribadi pelaku M yang istrinya di setubuhi korban,” tekannya.
Sumber : Pojoksatu.id
