Serangan Balasan Iran ke AS, Harga Emas dan Minyak Meroket

Jakarta – Konflik antara Iran dan AS kian memanas, kini Iran membalas serangan dengan menembakkan puluhan roket ke pangkalan udara gabungan Irak-AS, Rabu (8/1/20).

Seorang pejabat bahkan mengonfirmasi bahwa serangan dilakukan di Ayn al-Asad di Irak Barat. Ini dilakukan sebagai balasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Sementara Gedung Putih juga mengkonfirmasi hal ini. “Kami mengetahui adanya laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak,” kata Sekretaris Gedung Putih Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataan.

Buntut dari kejadian serangan balasan tersebut, harga emas dan minyak di kabarkan meroket tajam. Harga emas dunia terbang tinggi pada perdagangan Rabu (8/2/2020) pagi, melewati level US$ 1.600/troy ons setelah Iran menabuh genderang perang melawan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga : Awal Tahun 2020, Harga Emas Hari Ini Melambung

Dilansir dari halaman CNBC Indonesia, Pentagon melaporkan Iran beberapa kali melancarkan serangan misil setidaknya ke dua pangkalan udara di Irak, sebagaimana dilansir CNBC International. Dampaknya emas yang merupakan aset aman (safe haven) langsung melesat 2,35% ke level US$ 1,610,9/troy ons. Penguatan tersebut sedikit terpangkas dan berada di level US$ 1.600,32/troy ons.

Sementara itu harga minyak melonjak lebih dari 4 persen pada level tertinggi di awal perdagangan pada Selasa malam (Rabu waktu Jakarta) usai serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS).

Meski harga minyak Brent belum mengalami perubahan, West Texas Intermediate (WTI) melejit hingga 4% atau US$ 2,51 ke US$ 65,21. Kenaikan di pagi waktu Jakarta ini merupakan yang tertinggi sejak April 2019 lalu.

 

Sumber : klik disini

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube