JAMBI – Selain memberikan saran pada Gubernur Jambi Al Haris waktu lalu, Kapolda Jambi Rachmad Wibowo minta PPKM dan Prokes juga dioptimalkan. Hal ini agar tingginya Jumlah pasien meninggal dunia, lebih bisa di minimalisirkan.
Sebelumnya, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo, meminta agar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), juga penerapan protokol kesehatan (prokes) lebih dioptimalkan. Ini lantaran seiring meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Jambi, yang meninggal dunia.
Baca juga : Gubernur Harap Warga Jambi Tidak Ragu Divaksin
Hal ini di sampaikan Rachmad dalam rapat koordinasi strategi penanganan Covid-19, di wilayah PPKM level 4 bersama Danrem 04/Gapu Brigjen TNI M Zulkifli, Walikota Jambi Syarif Fasha, Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian, serta pihak kerkait lainnya.
“Untuk mengendalikan kasus konfirmasi harian dan kasus aktif tinggi, agar dioptimalkan pelaksanaan PPKM dan kampanye. Serta imbauan penerapan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, melakukan kampanye massif pemakaian masker, dan membagikan masker bersama TNI-Polri,” kata Rachmad.
Di sebutkan Rachmad, kenaikan jumlah pasien meninggal dunia meningkat 200 persen, dengan rincian April 20 orang. Lalu meningkat menjadi 69 orang di bulan Mei, 77 orang di bulan Juni, dan 63 orang di bulan Juli.
Untuk mengendalikan tingkat kematian yang tinggi, Rachmad meminta agar segera di lakukan pengecekan terhadap ketersediaan tempat tidur. Kemudian fasilitas isolasi mandiri, serta ketersediaan obat-obatan dan pasokan oksigen.
“Rumah isolasi juga harus di cek, mana yang fasilitas dan dukungan tenaga medisnya sudah siap,” ujar Rachmad.
Sementara itu, untuk Bed Occupancy Ratio (BOR), meski ada penurunan dari 82 % pada minggu lalu menjadi 75 %. Rachmad pun mengatakan angka tersebut masih tergolong tinggi.
Lebih lanjut Ia mengatakan, upaya pengendalian penanganan lonjakan kasus Covid-19 di hulu, dengan cara pengetatan penerapan protokol kesehatan. Selanjutnya menekan mobilitas, serta menekan kerumunan.
Hilir Jambi
Sedangkan untuk upaya pengendalian penanganan lonjakan kasus Covid-19 di hilir, dengan cara memperkuat kapasitas kesehatan (tempat isolasi, ketersediaan obat-obatan, vitamin dan Ketersediaan Oksigen). Lalu perkuat 3T (Testing, Tracing, Treatment), serta memiliki skenario apabila menghadapi situasi kontinjensi.
“Penerapan PPKM di Kota Jambi, terutama di tingkat desa, RT, dan RW harus tetap di monitor dengan pembentukan posko desa,” ujarnya.
Di katakannya lagi, Polda Jambi bersama Korem 042/Gapu juga telah memberikan saran dan masukan kepada Gubernur Jambi. Dalam waktu dekat, kata Rachmad fasilitas laboratorium fisika juga akan di tambah.
“Kemarin kita juga mengikuti arahan dari Mendagri. Beliau perintahkan setiap kabupaten kota harus punya laboratorium PCR. PPKM juga di perketat,” tukasnya.
Hal serupa juga di sampaikan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M Zulkifli. Ia mengajak semua pihak, untuk bersama-sama berupaya menekan angka kasus Covid-19 di Jambi.
Berdasarkan evaluasi dari Mendagri, Zulkifli mengatakan ada tiga hal yang perlu di laksanakan, yakni mengingatkan masyarakat untuk selalu memakai masker. Kemudian membatasi mobilitas masyarakat, serta mencegah terjadinya kerumunan.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
“Kepada petugas di lapangan, agar berlaku santun saat menegur masyarakat yang tidak menggunakan masker. Serta memperketat penerapan PPKM,” tandasnya.
Untuk di ketahui, Rakor juga di ikuti seluruh Camat dan Lulah di jajaran Pemkot Jambi, serta Bhabinkamtibmas jajaran Polresta Jambi dan Babinsa jajaran Kodim 0415/Jambi. (Red)
