Kisah Mahasiswi Padang Alami Trauma, Pasca Dibawa Kabur Oleh Dukun

VIRAL ­ – Kisah mahasiswi Padang yang saat ini mengalami trauma berat, usai di bawa kabur oleh seorang dukun ke arah Kerinci waktu lalu. Kabarnya, saat ini wanita malang tersebut tengah di rawat di rumah sakit.

Seperti di ketahui, kisah Mahasiswi sebuah universitas negeri di Padang Sumatera Barat berinisial VR, mengalami trauma berat. VR sempat di laporkan di bawa kabur oleh pria yang di kenal, sebagai dukun kampung. Cewek berusia 22 tahun itu, di rawat di rumah sakit karena adanya infeksi di tubuhnya.

Baca juga : Viral, Diduga Seorang Wanita KKN di Batusangkar Dihipnotis dan Dibawa Kabur ke Kerinci?

Kakak VR berinisial F mengatakan, usai kejadian itu, adiknya terpaksa di rawat di rumah sakit di Padang untuk menjalani perawatan medis.

“Sejak kemarin siang di rawat. Sementara kata dokter (ada) infeksi rahim dan saluran kemih. Saat ini kondisi adik saya sadar, tetapi sering murung. Setiap berbicara dengan seseorang selalu meneteskan air mata,” kata F seperti di lansir Posmetro Padang, Sabtu (31/7).

Menurut F, pihak keluarga tidak terima dengan kondisi VR. Sehingga mereka memutuskan untuk membuat laporan, terhadap dukun kampung berinisial C tersebut, atas adanya dugaan pemerkosaan serta penggelapan.

“Kami laporkan (dugaan) pemerkosaan dan penggelapan sepeda motor. Sampai sekarang keberadaan sepeda motor (yang di bawa V) belum di ketahui,” tutur F.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli perempuan Women’s Crisis Center, Nurani Perempuan yang sudah memintai keterangan keluarga VR, menduga adanya tindakan pemerkosaan sepanjang VR di bawa pria disebut dukun tersebut.

“Kami masih belum bisa menggali keterangan VR lebih dalam. Hal ini lantaran kondisi trauma dan mendapatkan perawatan medis. Kami baru kemarin ketemu (korban), melihat kondisinya dalam kesakitan tentu belum bisa di ajak ngobrol. Kami masih mendalami, situasi kondisi belum stabil,” kata Direktur Women’s Crisis Center Nurani Perempuan, Rahmi Merry Yenti, seperti di lansir Posmetro Padang.

Keterangan Penyidik

Merry juga mengatakan, saat VR di mintai keterangan oleh penyidik dalam berita acara perkara (BAP). Korban mengakui adanya tindakan pemerkosaan dan pemaksaan.

Sementara itu, Tiga pengacara yang berasal dari Rumah Bantuan Hukum (RBH), ikut memberikan dukungan dengan mengawal kasus ini.

“Kami mendapat kuasa dari VR dan keluarga. Ini terkait dugaan pemerkosaan dan penggelapan berupa satu unit sepeda motor,” kata salah seorang penasihat hukum VR, Jefrinaldi di dampingi Gusman, dan Sonny Dali Rakhmat.

Jefrinaldi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian, terkait yang dialami kliennya. Menurutnya, saat ini, kasus tersebut, di tangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pesisir Selatan.

“Kami sudah ke Polsek Lengayang. Kami koordinasi dan menanyakan perkembangan laporan. Kasus telah di limpahkan ke polres karena unit PPA, tidak ada di polsek,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan AKP Hendra Yose menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih mendalami kasus dugaan pemerkosaan yang di alami VR.

“Masih tahap lidik. Laporan masalah pemerkosaan. Kami tindak lanjuti. Kami juga telah melakukan visum terhadap mahasiswi yang menjadi korban,” katanya.

Sebelumnya, kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat Sumbar. Lantaran VR di nyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN).

Keluarga menduga pria berinisial C membawa kabur. Setelah di nyatakan hilang sepekan, korban sempat muncul lewat video TikTok.

Ia  menyatakan bahwa kepergiannya dari rumah atas kemauan sendiri. Bahkan upaya itu lantaran mengaku saling sayang dengan pria, yang di sinyalir telah memiliki istri.

Tak hanya itu, dalam video mahasiswi ini juga menyebutkan telah melangsungkan pernikahan, sehari setelah di nyatakan hilang atau 14 Juli 2021 sekitar pukul 22.00 WIB.

Pernikahan itu berlangsung di Kayu Aro, Kerinci. VR hilang kontak dengan keluarganya sejak Selasa (13/7). Dugaan korban di bawa kabur dukun, di perkuat adanya pesan WhatsApp, dari sang dukun yang menyampaikan permintaan maaf untuk membawa korban. Akan tetapi tidak menyebut ke mana korban di bawa.

Hingga Minggu (18/7), korban VR belum di ketahui keberadaanya. Bahkan, pihak keluarga sudah melapor ke Polsek Lengayang, namun belum membuahkan hasil.

Meskipun begitu, polisi masih terus melacak kebaradaan sang dukun.

“Adik saya ini awalnya pergi KKN, karena KKN sekarang di laksanakan sesuai domisili. Jadi adik saya KKN ke kampung sebelah,” kata kakak korban, F, Minggu (18/7).

F menyatakan, keluarga yakin adiknya di bawa kabur oleh si dukun, lantaran beberapa hari sebelumnya sempat menemani sang ayah pijit ke tempat dukun tersebut. Bahkan, si dukun sempat mengirim pesan singkat melalui WhatsApp.

“Adik saya pergi KKN pukul 10.00 WIB, pukul 18.20 WIB, dia (dukun) WhatsApp ayah. ‘Maaf pak, ini C******, VR saya bawa’. Itu aja WhatsApp-nya,” kata F.

Kisah Mahasiswi Padang yang trauma ini, kabarnya sempat terdeteksi di daerah Kerinci Provinsi Jambi.

Setelah mengirim pesan singkat, nomor telepon seluler tersebut tidak aktif. Begitu juga dengan nomor handphone adiknya. Menurut F, adiknya sempat terdeteksi di daerah Kerinci.

Berita lain : Selain Beri Saran Pada Gubernur, Kapolda Jambi Minta Prokes Dioptimalkan

“Terdeteksi di Kerinci, tetapi setelah dicari, tidak ketemu. Terdeteksi juga pernah ke hotel, pakai sepeda motor NMAX. Akan tetapi di tolak pihak hotel ketika itu, karena tidak ada ikatan nikah,” ujarnya.

Kemudian  F menduga adiknya telah di guna-guna, atau di hipnotis oleh sang dukun. Karena selama ini adiknya tidak pernah membantah orang tua. Sebelumnya, adiknya juga tidak pernah berkomunikasi dengan dukun tersebut.

“Kalau memang sadar, saya yakin adik saya tidak akan mau. Pasti ini guna-guna. Saya yakin adik saya kena hipnotis,” kata F.

 

Sumber : Jpnn.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube