JAMBI – Sungguh sadis perbuat keluarga ini, yang tega memperlakukan anak 10 tahun bernama Jibril, diikat di pohon selama 2 tahu sejak ibunya meninggal.
Selain diikat di pohon selama 2 Tahun, Jibril juga tidak pernah dikasih makan dan hanya berteman, dengan kambing dan ayam.
Baca juga : Cek Jambi, Ini 8 Provinsi Terbanyak Sembuh Covid-19 Per 21 Agustus
Sebuah berita memprihatinkan datang dari seorang bocah asal Nigeria, yang tampak melalui sebuah akun Youtube. Diketahui, jika anak tersebut masih berusia 10 tahun bernama Jibril aliyu.
Dikatakan, jika ia berasal dari Birnin Kebbi, Nigeria. Dirinya mengalami nasib yang sangat tragis, karena selama dua tahun lamanya diikat pada sebuah pohon.
Mirisnya lagi, saat ia menghadapi hidup yang begitu pahit ayah, Ibu tiri serta 17 orang saudaranya yang lain, justru hidup dengan nyaman.
Dipaksa Hidup Dengan Binatang
Selain diikat pada sebuah pohon, Ia juga dipaksa untuk hidup bersama dengan binatang. Sehingga tak mengherankan, jika perilakunya saat ini menyerupai seekor hewan.
Agar bisa mendapatkan makanan saja, Jibril dikatakan harus mengais tanah. Semua hal yang dinilai tidak manusiawi yang dialaminya ini, berasal dari sifat kejam dari sang ibu tiri. Bahkan ia juga terkadang mengisi perut kosong, dengan kotorannya sendiri.
Bocah malang ini diketahui menderita epilepsi, yang juga membuat tubuhnya begitu kurus dalam kondisi menyedihkan.
Hingga akhirnya pihak berwenang kemudian berhasil menemukan, dan menyelamatkan bocah berusia 10 tahun tersebut.
Mereka menyebut, jika perlakuan yang diterima oleh Jibril, merupakan barbar kelas tinggi dan sangat jahat.
Setelahnya kelompok pembelaan membawa Jibril ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan. Karena selama 2 tahun terakhir ini, ia dipaksa hidup bersama kambing serta ayam.
Video ini diunggah pada minggu 9 Agustus lalu, yang menunjukkan peristiwa haru penyelamatan Jibril.
Ia terlihat mengenakan pakaian yang telah compang-camping, dan menunjukkan raut putus asa saat mencari sesuatu, untuk dijadikan makanan.
Seorang aktivis pencegahan narkoba, bernama Manir Jega, mengatakan jika hal ini merupakan kasus pelecehan anak terbesar, di negeri melalui akun Twitternya.
Mirisnya lagi, ibu kandung dari bocah tersebut meninggal dunia dua tahun lalu, yang juga merupakan awal dari neraka yang ia jalani.
Saat berhasil diselamatkan, ia juga mengalami gangguan kesehatan dan jiwa.
Akibat perbuatan yang tidak manusiawi ini, kedua orang tua korban akhirnya telah ditahan oleh kepolisian setempat.
Ia menyerukan kepada pemerintah negara bagian Kebbi, agar dapat menjatuhkan hukuman yang pantas, kepada pelaku atas kejahatan yang telah dilakukannya ini.
