Rumah Kades di Tanjabbar Dirampok 2 Orang Tak Dikenal

TANJABBAR – Ada-ada saja, ditengah Pandemi Covid-19 saat ini, kriminalitas semakin marak terjadi. Kali ini, rumah Kades di Kabupaten Tanjabbar dirampok, oleh dua orang yang tak dikenal.

Aksi perampokan ini kembali terjadi, dimana yang menjadi korban seorang Kades Parit Bilal, Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjabbar.

Baca juga : Bantuan Covid-19 Dari Pemerintah, Jadi Polemik di Merangin

Kejadian rumah Kades di Tanjabbar yang dirampok tersebut, terjadi pada Selasa (12/5/20) sekitar pukul 18.30 wib, atau saat buka puasa.

Informasi yang diterima, bahwa pada waktu itu ada orang yang menggedor pintunya, dan berpura-pura sebagai pembeli.

Kades Parit Bilal Solikun Tanjabbar saat dikonfirmasi pun, membenarkan bahwa mengalami kejadian perampokan, yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal.

“Kejadiannya Selasa malam Rabu 12/5/20) sekitar pukul 18.30 wib, saat saya abis sholat magrib.” Ujar Solikun.

“Yang saya tahu, pelakunya dua orang dan kami tidak kenal dengan pelaku tersebut. Mereka pake masker, bajunya hitam orangnya agak pendek.” Jelasnya, Rabu (13/5/20)

Saat ditanya apakah ada motif sakit hati atau mempunyai musuh? Solikun mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah mempunyai musuh selama ini.

“Perasaan kami dengan warga disini hubungan baik-baik saja, tidak adalah kita mempunyai.” Bebernya.

Keterangan Kapolsek

Sementara itu, Kapolsek Pengabuan AKP Burmawi, juga membenarkan ada kejadian perampokan, terhadap kades Parit Bilal Solikun.

“Jadi korban selesai sholat magrib, tiba-tiba ada orang menggedor pintu rumah, dan berkata mau belanja. Setelah itu korban langsung membuka pintu toko,” ujar Kapolsek itu.

Lebih lanjut, disampaikan Kapolsek tiba-tiba pelaku sebanyak dua orang menggunakan masker, warna hitam mendorong korban sampai jatuh ke lantai menggunakan kayu.

Tidak hanya itu, pada saat di lantai, dengan kayu tersebut korban di tekan pada bagian dada, sambil menyuruh korban untuk diam.

“Kemudian korban melawan dan berhasil lolos, dan keluar rumah sambil berteriak minta tolong. Kemudian anak dan istrinya terkejut. Satu pelaku langsung mengejar anaknya yang lari ke dapur, dan satunya lagi memegang tangan istrinya,” terangnya.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan korban, anaknya yang bernama Zainudin pada saat di dapur melihat ada pisau. Dan langsung mengambil pisau tersebut.

Kemudian anaknya langsung menyambit tangan kanan pelaku, menggunakan pisau.

“Jadi di dapur ada pisau bekas motong semangka. Pisau tadi di ambil kemudian dia (Zainudin) langsung menyayat tangan kanan pelaku, dan anak langsung melompat keluar lewat jendela,” sebutnya.

Lihat juga video : Anggaran Awal Penanganan Covid-19, Ini Penjelasan Pj Sekda Provinsi Jambi

Karena panik, tersangka yang sempat memegang tangan istri korban, langsung melepasnya. Kemudian korban lari, sedangkan pelaku termasuk pelaku yang tangannya terluka sempat mengambil satu buah HP.

“Dengan tangan terluka pelaku membongkar-bongkar isi rumah, dan berhasil mengambil satu unit HP. Dan setelah itu pelaku langsung kabur, kearah belakang rumah. Sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan,” tandasnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033