Rela Tinggalkan Hotel Bintang 5, Ternyata Segini Omzet Telur Congkel Jambi

BERITA BISNIS – Rela tinggalkan profesi sebagai Supervisor hotel bintang 5,di Jakarta. Pria ini malah betah usaha jajan jalanan. Ternyata, omzet telur congkel Jambi adalah alasan utamanya.

Pandemi Covid-19, tentu membawa perubahan tersendiri bagi masyarakat, salah satunya Andre. Ya, Pria kelahiran Sumatera Selatan ini, rela beralih Profesi dari seorang Supervisor Hotel Bintang 5 di Jakarta, jadi tukang jualan jajan telur congkel.

Baca juga : Keripik Singkong Bojonegoro, ‘Jajanan Rakyat’ Go-Internasional di Jambi

Kini, hari-harinya bergelut dengan kuliner jajanan ala jalanan. Lantas, apa yang melatarbelakangi mantan supervisor ini?

Pada Dinamikajambi.com, Andre menjelaskan setahun silam membuka usaha Telur Congkel ini, yang berawal dari ketidaksengajaan.

“Awal-awal Covid-19 waktu itu, niatnya cuman liburan ke Jambi. Saya dulu Supervisor di Hotel Bintang 5 Jakarta. Tapi, maklumlah Covid ni kan, terus iseng nyoba buat telur congkel di rumah,” ungkapnya, Selasa (25/05/2021).

Semakin Hari, Semakin Betah

Selanjutnya, mantan Supervisor ini mencoba mendalami membuka peluang usaha itu. Tak semulus yang dibayangkan, awal-awal berjualan hanya mencapai omzet telur congkel jambi nya hanya sekitar 50ribu per harinya.

“Wah, berat pertamanya, cuman 50 sampai 70 ribu sehari penjualan ya. Tapi, Alhamdulillah lama-lama meningkat. Di Jakarta juga belum ada yang beginian,” tambahnya.

Untuk diketahui, Telur Congkel ini digagas Andre sedikit berbeda daripada yang lainnya. Dimana, Ia sengaja menggunakan Mayones dan Saos yang memiliki kepedasan bervariasi.

“Kita pakai Mayones, Saosnya juga beda dong. Nah, kalau pengen lebih pedas lagi kita kasih boncabe. Satu teplon ini pakai 2 atau 3 telur lah,” jelasnya.

Sementara, Pria yang masih berstatus lajang ini membanderol per porsinya seharga 10.000. Yang mana, dengan merogoh kocek seharga tersebut mendapat 19 butir jajanan telur congkel.

*Enakan Buka Usaha, Ibukota Keras*

Lebih lanjut, Andre tak sungkan-sungkan membeberkan omzet usaha yang belum genap didirikannya 2 tahun ini.

Betapa tidak, beroperasi dari pukul 3 Sore hingga pukul 10 malam, Ia mampu menghabiskan lebih 10 lusin telur per harinya.

“Alhamdulillah ya, kalau sekarang sudah bisa dikatakan lumayanlah. Hari biasa, minimal omzet 500 dapatlah. Kalau hari Sabtu-Minggu 800 sampai 1 juta,” ungkapnya sembari tersenyum.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Wajar saja, Pria yang memiliki logat Betawi ini enggan kembali ke Ibukota. Bahkan, Ia rela meninggalkan profesi awalnya, yang tiap harinya dekat dengan suasana kemewahan.

“Itu belum lama, bos Hotel Bintang 5 itu nelpon suruh balik. Tapi, enggak dululah, gajinya oke memang. Cuman kan, Jakarta itu keras biaya hidupnya. Kalau di Jambi masih terjangkau, juga rencananya ini mau saya kembangkan.” tutupnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page