JAMBI – Kuasa Pengunaan Anggaran, Elisda dan Kabag Keuangan RSUD Raden Mattaher dituding tidak profesional dalam bekerja. Keduanya membuat kesal banyak rekanan RSUD RM yang telah menyelesaikan pekerjaan namun tak kunjung mendapatkan pembayaran. Pejabat RS plat merah itu sulit ditemui dan terkesan menghindar.
“Kesal. Sangat kesal. Kita sudah menyelesaikan pekerjaan. 100 persen sudah selesai. Tapi mereka seakan tidak mau bayar dan sulit sekali ditemui,” keluh rekanan pada dinamikajambi.com
Kekesalan sejumlah rekanan makin menjadi lantaran keduanya tak memberikan alasan. Rekanan mengklaim sudah menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi syarat yang diminta. Penghitungan ulang yang diminta sudah dilakukan, namun Elisda dituding memberikan alasan lain dan terkesan dibuat-buat.
“Ini yang buat kita kecewa. Maunya apa? Hitung ulang atau mau lihat langsung, silahkan. Tapi ibu ini ada saja kekurangan yang dibilang. Kita turuti, tapi sangat sulit ditemui,” kesalnya.
Penelusuran dinamikajambi.com mendapatkan hampir seluruh bidang di RS RM mengalami hal yang sama. Dari bidang Alat Kesehatan (Alkes), Sarana Prasarana (Sapras) dan Pelayanan, didapati rekanan belum mendapatkan pembayaran.
Dari sebuah sumber di RS RM menduga kedua pejabat tersebut takut membayarkan pekerjaan rekanan. Salah satunya lantaran jabatan yang diemban Elisda yang tidak memenuhi syarat. Jabatan yang sempat disoroti legislator DPRD Provinsi Jambi itu dianggap ilegal.
“Jabatan seharusnya eselon III untuk KPA. Tapi ini, eselon IV,” bilang sumber.
Ia menyebutkan, meski sulit ditemui, namun Elisda mengisi absensi pegawai. Namun herannya, saat ditemui rekanan diruangnya Elisda tidak dapat ditemui.
“Padahal, kendaraan mereka ada di parkiran.” tutupnya.
