Rayakan Natal Sendiri, Anak Yatim Ini Dapat Kejutan dan Hadiah Ulang Tahun

SOLO — Bola mata Fransisca Monica Lisa (12), sempat berkaca-kaca karena menahan haru saat menerima paket hadiah, jelang perayaan Natal, Selasa (24/12/2019) sore.

Hatinya yang sedih karena baru ditinggal sang ayah selama-selamanya, sirna dipeluk sejumlah tamu spesial yang berpakaian sinterklas, di kawasan tempat tinggalnya di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo.

Maklum, Monic sapaan akrabnya hanya ‘hidup sendiri’, karena ibunya juga tidak diketahui keberadaannya. Apalagi sejak kecil, dia hidup di panti asuhan.

Sekarang ini, Monica ikut dengan pengasuhnya dulu Dwi Setiasih (38) yang tidak bekerja lagi di panti asuhan dulu dia tinggali.

Sembari membawa sejumlah hadiah, Monic mengaku senang dengan kejutan dari ‘sinterklas’ yang tidak diduganya.

Pada tahun ini, dia harus merelakan merayakan Natal tanpa orang tua di dekat kehidupannya.

Tetapi jelang Natal ini, dia mendapatkan tamu spesial sinterklas yang membawa hadiah tas, buku tulis hingga makanan.

“Ulang tahun 2 Desember, tapi kejutan ini jelang perayaan Natal, jadi senang terwujud mimpinya bertemu sinterklas,” kata Monica.

Monica mengaku, sebelumnya pernah bermimpi bertemu sinterklas dan diwujudkan oleh Agus Widanarko.

Aksi Agus Widanarko pria asal Sukoharjo di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo menyentuh hati seorang bocah yatim.

Walaupun berbeda keyakinan, keduanya larut dalam keceriaan dan menunjukkan rasa saling peduli pada momen pemberian kejutan.

Ya sehari menjelang perayaan Natal 2020.

Agus Widanarko, datang menggunakan kostum sinterklas memberikan kejutan ulang tahun untuk Monic.

Dia bersama istrinya Vivit Sari, yang juga menggunakan kostum sinterklas berjalan mencari rumah Monica, sambil membawa hadiah dalam karung dan kue tart.

Setelah berjalan dan menemui Monica, suasana haru sempat membuat hening.

Bahkan bocah 12 tahun tersebut sempat meneteskan air mata, terharu dengan kejutan yang diberikan untuknya tanpa disangka-sangka.

Menurut Danar sapaan akrab Agus Widanarko, aksi tersebut rutin dilakukan dalam dua tahun terkahir untuk memenuhi nazar mereka.

“Aksi ini awalnya dulu nazar untuk pernikahan kami agar lancar, setelah kami menikah berlanjut agar kami juga segera punya momongan,” kata Danar.

Dalam melakukan aksinya ini, dia mengaku tidak memandang latar belakang.

“Intinya berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang kurang mampu, disabilitas, dan lain sebagainya agar semua merasakan kebahagiaan,” papar Danar.

Seperti pada Monica, walaupun berbeda keyakinan namun dia tetap melakukan aksi itu untuk berbagi kebahagiaan.

“Saya ini muslim, istri juga, tapi kan kita berbagi kebahagiaan karena Monica sebelumnya mimpi ketemu sinterklas jadi kita wujudkan,” kata Danar.

Danar berharap, walaupun berbeda keyakinan toleransi antar umat beragama terus dipupuk di Indonesia ini.

Sumber : TRIBUNSOLO.COM

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033