Ratusan Warga Turun, Deadline Tutup Minyak Mentah Hingga Selasa

BATANGHARI – Maraknya aktifitas ilegal drilling atau penambangan minyak mentah secara illegal yang terjadi di Kabupaten Batanghari, membuat warga murka.

Pasalnya, aktivitas itu menyebabkan berbagai dampak negatif bagi warga sekitar aktifitas penambangan seperti sulitnya memperoleh air bersih hingga kerusakan lingkungan diwilayah tempat penambangan.

Bukan hanya di tempat penambangan minyak, tempat pengolahan minyak hasil tambang ilegal tersebut juga menerima dampak lingkungan yang negativ bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga : Warga Minta Kapolres Baru Tutup Puluhan Galian C Ilegal di Kerinci

Setidaknya sekitar 300 orang Warga Nes kampung sembilan Desa petajen menolak aktifitas penyulingan minyak di kampung mereka. Penolakan ini diakibatkan karena masyarakat menilai kegiatan penyulingan minyak bumi ini berdampak buruk bagi lingkungan dan manusia.

Lihat juga : Klik Disini

Warga memprotes tempat pengolahan minyak mentah milik bobby yang berada di RT.13 kampung sembilan, desa petajen kecamatan bajubang. Aksi massa ini bertujuan menyampaikan tuntutan warga agar tempat pengolahan minyak mentah tersebut segera ditutup.

“kami minta paling lambat Selasa pekan depan pemilik harus angkat barang-barangnya. Untunglah pemiliknya bersedia membongkar tempat tersebut,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Sementara itu bobby selaku pemilik tempat pengolahan minyak yang diprotes oleh warga belum dapat dimintai konfirmasi terkait aksi warga meminta agar tempat usahanya itu segera ditutup. (Ali Kucir)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page