Warga Minta Kapolres Baru Tutup Puluhan Galian C Ilegal di Kerinci

Warga Minta Kapolres Baru Tutup Puluhan Galian C Ilegal di Kerinci

Berita Daerah Hukrim

KERINCI – Warga Minta Kapolres Kerinci yang baru, untuk tutup puluhan galian C Ilegal, yang ada di Kabupaten tersebut.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat di lingkungan Polri.

Baca juga : Oknum Kades di Muaro Jambi Kabur, Setelah Suami Selingkuhan Masuk

Selain sejumlah pejabat utama di Polda Jambi, enam orang Kapolres di jajaran Polda Jambi juga ikut diganti.

Salah satunya adalah Kapolres Kerinci, dimana sebelumnya dijabat oleh AKBP Heru Ekwanto, diganti oleh AKBP Agung Wahyu Nugroho, yang sebelumnya menjabat Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah.

Nah, dengan masuknya di Polres Kerinci sederet pekerjaan rumah (PR), yang harus segera dituntaskan oleh mantan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah ini.

Salah satu PR yang harus segera dituntaskan oleh AKBP Agung Wahyu Nugroho, ialah keberadaan puluhan tambang  galian C ilegal di Kabupaten Kerinci.

Lokasi tambang galian C yang diduga ilegal ini, kini marak di Kabupaten Kerinci. Diantaranya di wilayah Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Gunung Raya dan Kecamatan Kayu Aro.

“Yang prioritas harus ditangani oleh Kapolres Kerinci yang baru ini, adalah menertibkan tambang galian C yang marak di beberapa titik di Kerinci,” ujar Can salah seorang warga Kerinci.

Menurut Can, galian C ilegal di beberapa Kecamatan di Kerinci ini, sudah merusak lingkungan dan membuat resah masyarakat sekitar.

“Jika tidak segera ditutup, akan berdampak dengan lingkungan sekitar,” sebutnya.

Keterangan Kepala ESDM

Hal senada dikemukakan oleh Arif, selaku pemerhati lingkungan. Dia minta Kapolres Kerinci yang baru, fokus pada penertiban tambang galian C yang keberadaannya meresahkan itu.

“Pak Kapolres harus fokus ke sana. Dan bila perlu ungkap siapa dalang dibalik keberadaan tambang galian C, yang diduga ilegal itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Hary Andria belum lama ini dikonfirmasi mengakui bahwa untuk galian C di Kabupaten Kerinci, hanya dua yang memiliki izin IUP, dari Dinas ESDM.

“Ya hanya ada 2 IUP batuan yang berizin
di Kerinci, yakni Putra Apri Remon dan Ramli Umar selebihnya tidak mengantongi izin,” sebutnya.

Kadis ESDM Provinsi Jambi ini menyebutkan, untuk penindakan penambangan tanpa izin adalah ranah penegak hukum.

Lihat juga video : Klik Disini

“Untuk menindaknya disarankan, jika masyarakat mengetahui ada penambangan tanpa izin, segera melaporkan kepada aparat hukum,” ungkapnya.

Pantauan media ini di Kecamatan Gunung Kerinci, Air Hangat Timur dan Gunung Raya terlihat sejumlah galian C masih beroperasi dengan mengunakan alat berat. Bahkan galian C Ilegal tersebut berada di pinggir jalan raya. (*/Zul)