MERANGIN – Kasus dugaan uang pelicin 100 juta pada kasus Mobil Dinas DPRD Merangin, membuat Masroni, aktivis sosial bakal turun ke jalan. Ia bakal mengumpulkan koin, untuk disumbangkan pada Sutan Adil Hendra (SAH), Pimpinan DPR RI yang diduga penerima uang pelicin kasus tersebut.
Hal ini disampaikan Masroni, saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/12) malam. Bilang aktivis yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah maupun publik, siap turun ke jalan, untuk menggalang dana.
“Insyaallah, malam ini kita kumpul dulu dengan rekan-rekan lain. Kita akan mempersiapkan kebutuhan dan bagaimana aksi ini kita jalani,” ungkap Masroni yang akrab disapa Bung Roni
Terkait aksi ini, Bung Roni mengatakan terdorong rasa prihatin pada nasib Fifi Maisari, istri Dermawan yang terjerat kasus pengadaan Mobil Dinas Pajero Sport.
“Kita prihatin saja. Masa uang 100 juta saja tidak bisa dikembalikan. Pak Sutan Adil itu anggota DPR RI. Kalau begitu, kita akan sumbangkan saja lewat koin ini,” tegas Bung Roni.
Aksi ini bakal berlangsung di kawasan Kebun Sayur, Dusun Bangko, Merangin. Sementara waktu penggalangan dana, pria bertubuh kecil ini belum bisa memastikan.
“Apakah kita buat 1 Minggu, 2 Minggu, kita lihat nanti. Malam ini kita kumpul, membahas itu. Bisa saja, kami akan buat lanjutan aksi di Jambi. Yang jelas, saya akan serahkan langsung uang koin ini pada pak Sutan Adil,” katanya.
Sebelumnya, Fifi Maisari mengungkapkan pada awak media meminta uang senilai Rp 100 juta pada Sutan Adil. Uang ini, merupakan pelicin kasus yang menjerat suaminya.
Berita Terkait : Kasus Uang Pelicin Tak Berujung, Fifi Ancam Lapor Kopi Johny
“Uang ini diberikan suami saya pada pak Sutan Adil. Tadinya beliau minta 200 juta. Tapi saya tidak punya uang, saya sanggup 100 juta,” beber Fifi akhir pekan ini.
Namun ternyata, setelah uang diserahkan, sang suami ditetapkan sebagai tersangka. Fifi pun meminta uang yang diserahkan oleh 3 orang pada Sutan Adil. Beberapa upayanya sia-sia. Terakhir, Fifi mengancam melaporkan sang wakil rakyat di Komisi X DPR RI itu.
Melalui juru bicaranya, Sutan Adil menolak adanya uang pelicin yang menyeret nama Kapolda Jambi pada 2017 silam. Bahkan, Sutan Adil sudah bersumpah tidak menerima uang tersebut.
“Beliau tidak menerima uang tersebut. Beliau berani bersumpah, tidak menerima uang itu,” kata Nazil. (Win)
