JAMBI – Ari Kurniadi, Presiden Mahasiswa kampus islam terbesar di Provinsi Jambi mengajak mahasiswa kawal pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober mendatang.
Mahasiswa harus sama-sama menjaga kondusifitas stabilitas politik nasional hingga pelantikan Bapak Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Kyai Ma’ruf Amin berjalan dengan lancar dan khidmat.
Bangsa ini di perjuangkan oleh para pemuda, di satukan serta di merdekakan pula oleh pemuda, oleh karenanya pemuda pula yang harus bertanggung jawab mengawal bangsa Indonesia hari ini.
“Bapak Joko Widodo dan Kyai Ma’ruf Amin adalah Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang sah secara konstitusional, terlepas dari perbedaan pandangan dan pilihan, kita harus sama-sama dewasa dan mengakui bahwa beliaulah pemimpin Negara kita yang sah,” tegas pemuda asal Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi itu.
“Oleh karenanya saya mengajak kepada seluruh mahasiswa se-Indonesia dan kepada masyarakat Indonesia pada umumnya agar sama-sama menjaga serta mengawal pelantikan 20 Oktober nanti,” sambungnya.
Berbicara soal kritis mengkritisi, memang tugas utama mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah, tapi dalam hal pelantikan ini, harapannya tidak ada gerakan dari kawan-kawan untuk mengganggu jalannya pelantikan.
“Silahkan lakukan aksi dan gerakan nanti setelah selesai jika memang ada kebijakannya yang di rasa tidak sesuai,” kata Presma UIN Jambi ini.
Ari juga mengatakan bahwa, jangan sampai ada upaya dari pihak manapun yang ingin mengganggu bahkan menggagalkan pelantikan tersebut.
Baca Juga : Mahasiswa UIN Tewas Kecelakaan Ternyata Asal Sungai Gelam, IMSG Berduka
Baca Juga : Hati-Hati Ada Provokasi Dibalik Aksi Demo Siswa
“Kalau itu terjadi artinya tindakan tersebut sangat melawan hukum dan bisa di katakan bahwa hal tersebut sama saja ingin merusak negara ini,” tegasnya.
Baca Juga : Dari Sungai Gelam, Ari Kurniadi, Presma UIN Jambi
Ia juga berharap agar pihak aparat TNI maupun Polri agar dapat bertindak tegas terhadap siapapun yang ingin menganggu jalannya pelantikan ini, jangan di kasih ampun orang-orang yang tidak menghargai hasil demokrasi di bangsa ini.
Oleh karenanya, Ari mengajak seluruh masyarakat terutama mahasiswa untuk sama-sama mengawal jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 20 Oktober 2019 ini.
(Red)
