JAKARTA – Aktivitas Pertambangan Emas Tampa Izin (PETI) di Wilayah Hukum Merangin makin berani, tambah hutan lindung. DPR RI minta tangkap penadah emas.
Hal ini ditegaskan anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra dari fraksi Gerindra, Selasa (7/4/2026) dalam rapat kerja bersama Kementerian Lingkungan Hidup.
Mantan anggota DPRD Provinsi Jambi itu juga mendorong penegak hukum bukan hanya penambang, namun juga menangkap penadah.
Menurutnya PETI terus merusak lingkungan namun yang ditangkap pekerja. Anehnya, di tangkap satu ribuan orang bertambah. Rocky Candra mendorong penegak hukum tangkap penadah.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar aktor utama, bukan hanya penambang kecil di lapangan.
Rocky menilai, penindakan yang selama ini dilakukan belum memberikan efek jera karena hanya menyentuh pelaku di tingkat bawah.
Putus Siklus PETI
Ia menyebut, penangkapan penambang tidak akan menghentikan aktivitas ilegal tersebut jika jaringan penadah masih bebas beroperasi.
“Kalau hari ini ditangkap 10 penambang, besok bisa muncul 50 penambang baru. Tapi kalau penadahnya yang ditangkap, itu bisa menghentikan semuanya,” ujarnya.
Ia pun mendorong aparat penegak hukum untuk lebih fokus membongkar jaringan di balik praktik PETI, termasuk para penadah yang menjadi kunci berjalannya aktivitas tambang ilegal.
Baca Juga : Rocky Candra Ajak Masyarakat Awasi BBM Subsidi, Pelapor Penyelewengan Dijanjikan Hadiah Rp10 Juta
Selain itu, Rocky juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam menangani persoalan PETI yang semakin kompleks.
Ia menyebut perlunya harmonisasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kementerian Kehutanan.
Baca Juga : Polda Jambi Garap BB Alat Berat PETI Dipinjam Pakai, Kasat Diperiksa Duluan
Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat antar lembaga, penanganan PETI akan terus berulang dan tidak menyentuh akar masalah.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas PETI kini semakin berani, bahkan telah merambah kawasan hutan lindung dan beroperasi di sekitar jalan lintas.
“Ini sudah sangat meresahkan. Bahkan masuk ke hutan lindung dan dilakukan secara terang-terangan. Tidak mungkin satu kementerian bisa menyelesaikan sendiri, harus ada kerja sama lintas sektor,” tegasnya.
Rocky turut menyoroti adanya jaringan penadah yang sempat ditindak di beberapa daerah, seperti Surabaya dan Sumatera Barat. Ia berharap penindakan tersebut dapat terus berlanjut dan diperkuat.
Di sisi lain, ia juga mengungkap dampak lanjutan dari aktivitas PETI, termasuk penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang digunakan untuk mendukung operasional tambang ilegal.
“Harapan kami, dengan kolaborasi antar kementerian dan aparat penegak hukum, persoalan ini bisa diselesaikan. Memang tidak mudah, tapi akan lebih efektif jika yang ditindak adalah aktor utamanya,” pungkas Rocky.
