MERANGIN – Kegiatan Tambang emas atau PETI di Kabupaten Merangin, tampaknya makin tak terkendali lagi. Berbagai protes dari mahasiswa, hingga tokoh pemuda setempat pun mulai berdatangan.
Salah satunya, yakni seorang tokoh Pemuda Merangin, asal Desa Talang Segegah Kecamatan Renah Pembarab, yang namanya tak ingin disebutkan.
Baca juga : Klaim Air Terjun di Merangin Milik Tanjung Lamin, Pria Ini Kabur Saat Diserang Warganet
Menurutnya, kegiatan PETI yang ada di Merangin tepatnya di Desa asalnya tersebut, kini mulai merembet ke area jembatan yang sudah dibangun, sejak tahun 1992 lalu.
Dikhawatirkan, jika kegiatan tambang emas ini tidak segera ditindak dengan tegas, maka posisi jembatan tersebut akan roboh. Mengingat, minimnya area untuk menahannya.
“Kalau kegiatan PETI di Desa Talang Segegah ini masih berlanjut, maka dikhawatirkan sebulan dan setahun kedepan, jembatan itu akan roboh.” Imbuhnya.
Tokoh Pemuda Merangin
Tak ayal, tokoh pemuda Merangin ini pun angkat bicara, mengingat hingga saat ini tidak ada tindakan dari pemerintah daerah, apalagi pihak desa.
“PETI ini tepat di sebelah jembatan, yang pisiknya masih sangat bagus. Jembatan ini dibangun sejak 1992, usianya yang kini hampir 28 tahun. Kalau PETI ini tidak dibiarkan, maka tidak ada lagi yang menahannya. Sehingga, takutnya nanti jembatan ini akan ronoh.” Keluhnya pada Dinamikajambi.com, Minggu (07/06/2020).
Dirinya juga sangat menyayangkan, pemerintah desa yang selama ini tidak melakukan tindakan. Bahkan ia berpikiran apakah ada kerjasama antara pihak desa dan pemilik modal PETI tersebut.
“Tidak ada ketegasan dari Pemerintah Desa, apakah ada kerjasama antara Pemerintah Desa dengan orang yang punya modal ini? atau Pemerintah Daerah yang ada di Kabupaten Merangin ini,” Tanyanya dengan tegas.
Lihat juga video : Tengah Latihan Heli TNI AD Jatuh
Oleh karena itu, ia sangat berharap kepada pemerintah Merangin, agar dapat melakukan upaya dalam memberantas kegiatan PETI tersebut. Terutama di Desa Talang Segegah, Kecamatan Renah Pembarab ini.
“Kita memikirkan masa depan anak cucu kita kedepan, kalau tanah kita, sungai kita habis oleh kegiatan PETI ini, apa yang akan dilakukan oleh mereka nanti. Jadi tolong kepada Pemerintah Merangin, agar dapat menindaklanjuti kegiatan PETI ini,” tandasnya. (Nrs)
