JAMBI – Terkait Polemik SMK Dharma Bhakti (DB) I Jambi, yang tidak mengizinkan seorang siswa berinsial (RP) mengikuti ujia semester beberapa waktu yang lalu, menarik perhatian khusus dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Eppi Suryadi.
Seperti yang disampaikannya beberapa waktu yang lalu, Anggota Komisi IV DRPD Provinsi Jambi itu meminta pihak Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menyekesaikannperkara tersebut. Akan tetapi, hingga saat ini belum juga menemukan titik terangnya.
“Ini seharusnya tidak boleh terjadi, dan seluruh stekholder terutama Diknas harus ikut hadil dalam menyekesaikan perkara ini. Tetapi jika nanti tidak bisa juga diselesaikan, biar saya yang bertanggung jawab, saya yang akan bayar.” kata Eppi pada awak media, Senin (17/6/19) lalu.
Namun, beberapa hari setelah itu perkara tersebut belum juga ada titik terangnya, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari orang tua. Pihak sekolah yang mengaku sudah membuat perjanjian dengan pihak siswa yang berjanji akan membayar tunggakan itu, terpaksa tetap tidak mengizinkan RP mengikuti ujian sebelum admibistrasinya selesai.
Menggapi hal tersebut, karena kasian dengan siswa yang bersangkutan, dan tidak ingin polemik ini kian melebar, Eppi menyempatkan diri untuk langsung mendatangi SMK DB I Jambi, susai dengan ucapannya pada wak media tempo hari.
Kedatangan Eppi di SMK DB 1 Jambi disambut langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek), yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakepse) bagian Kurikulum, Paiman, dan Agustina selaku Bendahara.
Sesampainya di SMK tersebut, Eppi medengar langsung bagaimana kronologis dari perkara itu, karena selaku anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, hal itu sudah menjadi tugasnya.
Eppimengatakan bahwa, kedatangnya itu tidak lain dan tidak bukan, hanya untuk mendengar kebenaran soal kabar yang telah beredar di media sosial.
“Sebagai dewan yang menanugi masalah pendidikan, iya kita konfirmasi langsung ke sekolah. Kita hanya menanyakan kebenaran soal kabar yang telah beredar di media sosial, dan kita juga telah mendengar kebenaranya. Jadi diharapkan persoalan ini segera clear,” papar Eppi, Kamis (20/6/19).
Sementara itu, Paiman selaku Wakepsek SMK DB 1 Jambi sangat senang, dan memberikan apresiasi atas kedatangan waktu yang diluangkan Anggota Komisi IV itu, untuk menyempatkan diri datang kesekolahnya.
Ia menilai, sikap Eppi tersebut patut ditekadank oleh anggota dewan lainnya, karena tidak semua orang mampu menunjukkan rasa pedulinya dalam menyelesaikan persoalan ini.
“Kita sangat resfectlah kepada anggota dewan ini. Mudah-mudahan semua anggota dewan juga seperti beliau lah,” ujarnya.
Paiman juga mengucapkan terimakasih kepada Eppi, karena beliau sedaj menyempatkan diri untuk datang ke sekolah, dan mendengarkan cerita yang sebenarnya.
“Sekali lagi untuk pak Eppi kita ucapkan terimakasih sekali, beliau datang untuk melihat dan mendengar cerita yang sebenarnya. Mudah-mudahan kedepan hampir semua angota dewan berperilaku seperti itu,” lanjutnya.
Namun walau demikian, persoalan siswa yang belum melaksanakam ujian itu, hingga saat ini masih belum bisa mengikuti ujian, karena pihak sekolah sudah jera dengan toleransi yang diberikan, namun sering kali tak diindahkan oleh orang tua murid tersebut.
“Kita butuhnya mereka datang, orang tuanya datang,” pungkasnya.
(Nrs)
