Setiap negara selalu berorientasi kepada kemajuan baik dari segi sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. Dalam meningkatkan sumber daya manusia, setiap negara menerapkan berbagai program sebagai jalan untuk mencapai tujuan yang ingin di capai. Di antara program yang diterapkan dari berbagai negara adalah Pendidikan Gratis vs Makan Bergizi Gratis. Dua hal ini menjadi prioritas negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai komponen dalam memajukan sebuah negara.
Pendidikan gratis merupakan konsep yang disediakan negara untuk warga negara dalam meningkatkan potensi yang dimiliki oleh masyarakatnya. Negara menyediakan pendidikan gratis bagi semua kalangan warganya dengan tujuan agar semua elemen masyarakat dapat merasakan pendidikan yang berkualitas. Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Pasal 34 dari Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pemerintah serta pemerintah daerah bertanggung jawab untuk memastikan dilaksanakannya program pendidikan wajib minimal di tingkat dasar tanpa biaya.
Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki sumber daya manusia yang dikategori banyak. Sesuai dengan data BPS pada tahun 2025 sumber daya manusia (rakyat) mencapai angka 284.438,8 juta jiwa. Hal ini menempatkan Indonesia menjadi peringkat empat dunia dengan jumlah penduduk terbanyak berdasarkan dari media.com. dari keterangan ini menegaskan bahwa potensi Indonesia menjadi negara maju dibantu oleh jumlah penduduk yang banyak namun perlu diperhatikan kualitasnya. Berdasarkan dari data CNBC Indonesia angka kualitas sumber daya manusia Indonesia menyentuh presentase 75,90 hal ini menegaskan perlu adanya perbaikan dari segi pendidikan dalam mengupayakan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah dapat menerapkan program pendidikan gratis sebagai Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yakni menerapkan pendidikan dari jenjang pendidikan usia dini sampai pendidikan menengah sesuai dengan amanat UU 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
Disisi lain, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan sebuah program yang membantu sumber daya manusia dalam memajukan sebuah negara. MBG adalah program pembagian makan dalam porsi sehat (bergizi) kepada warga negara Indonesia sebagai upaya untuk mengatasi angka stanting, yang mana angka stanting menjadi penghambat sebuah negara untuk menjadi negara yang maju.
Di Indonesia program makan bergizi gratis merupakan sebuah kebijakan yang di terapkan oleh presiden Indonesia yang terpilih tahun 2024 yaitu Prabowo Subianto. Program ini menjadi langkah penting dalam mengatasi angka pertumbuhan (stanting) yang di alami seluruh warga negara Indonesia terkhusus di kalangan pendapatan ekonomi kelas menengah ke bawah. Program ini diterapkan sebagai sebuah usaha untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara maju bahkan pada 2045 menjadi Indonesia emas.
Program makanan bergizi gratis didasari oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 yang berkaitan dengan Badan Gizi Nasional, yang menjadi dasar hukum untuk pendirian lembaga dan program tersebut. Di samping itu, program ini juga merujuk pada berbagai peraturan lainnya, termasuk Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024 mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, serta regulasi teknis dari Badan Pangan Nasional dan peraturan yang berkaitan dengan perlindungan konsumen.
Program makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia diterapkan dari kalangan ibu-ibu hamil, peserta didik dari sejak jenjang taman kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Kenapa hal demikian di terapkan?, dikarenakan angka pertumbuhan kognitif (pemikiran) masih berkembang dari bangku TK sampai jengang SMA.
Program makan bergizi gratis ini sudah diterapkan dari awal 2025 dan sedang berjalan dalam menyalurkan kepada seluruh target yang ditentukan (prioritaskan) oleh nagara. Program ini banyak menuai pro dan kontra, yang mana pihak pro menilai program ini merupakan sebuah langkah yang mulia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Masyarakat) menjadi masyarakat yang mempunyai penalaran yang lebih optimal. Namun, pihak kontra memandang program ini merupakan programpemborosan sumber dana yang berdampak efisiensi dana lembaga pendidikan, hal ini menunjukkan program ini sebagai penghalang bagi lembaga pendidikan dalam mewujudkan kualitas pendidikan yang lebih optimal.
Apabila dibandingkan antara pendidikan gratis atau makan bergizi gratis, untuk memilih antara kedua program tersebut, pasti terdapat pro kontra di kalangan masyarakat. Pihak yang pro kepada pendidikan gratis beranggapan bahwasanya apabila ingin menjadikan sebuah negara maju maka tingkatkan kualitas pendidikan melalui pendidikan gratis, dan pihak yang negatif beranggapan pendidikan gratis tidak maksimal apabila kualitas sumber daya manusia (peserta didik) sejak kecil gizi tubuhnya tidak stabil dan ini menjadi hambatan dalam mewujudkan negara maju.
Terlepas dari pro kontra terhadap program ini, tentu untuk meningkatkan kualitas negara Indonesia menjadi negara maju memerlukan program atau kebijakan dalam menjembatani untuk mencapai tujuan yang ingin di capai bagi semua warga negara Indonesia.
Namun pada dasarnya perbandingan antara Pendidikan Gratis dan Program Makan Bergizi Gratis, kedua program ini merupakan program yang bagus dalam mencapai tujuan Indonesia maju dan emas 2045. Kedua program ini tentu mempunyai sisi positif dan negatifnya masing-masing. Tetapi perlu di tekankan untuk mewujudkan negara maju kedua program tersebut menjadi referensi yang dapat di jadikan opsi dalam meningkatkan kualitas sebuah negara.
Penulis : M Rizki Arobi
Mahasiswa MPI UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi
