MERANGIN – Sorotan pada Jembatan Jelatang, masih bergulir. Setelah anggota dewan, kali ini pemuda Desa Jelatang angkat bicara pada jembatan yang menelan anggaran sekira Rp 30 Milyar itu.
Bilang pemuda, pembangunan jembatan sangatlah membantu warga banyak desa. Terlebih, kondisi jembatan sebelumnya, sudah lapuk dan tambal sulam.
“Semenjak jembatan dibangun kami meraso aman melaluinya. Tidak perlu lagi gotong royong untuk perbaikan jembatan karena sudah permanen,” ungkap Reki, mantan Ketua Karang Taruna Desa Jelatang.
Namun begitu, dengan kondisi jembatan saat ini seperti pagar besi dan trotoar yang retak serta baut yang hilang, tentu menimbulkan kekhawatiran. Apalagi, umur jembatan belum genap setahun.
“Dilihat dari kerusakan seperti ada besi pagar yang lepas, baut yg hilang dan trotoar retak, kami sebagai pemuda kecewa karena jembatan yg belum genap 1 tahun dibangun sudah banyak kerusakan. Harapan kami agar pihak Dinas PU dan kontraktor jembatan memperbaiki dan meninjau kembali jembatan kami ini,” harapnya. (Tr05)
