Pelaku Pariwisata Siap Mendukung Pengenaan Tanjak. Tapi….

JAMBI – Pengenaan ikat kepala pria khas Jambi, Tanjak belakangan ini terus mengeliat. Pelaku pariwisata pun, menyambut hangat dan siap mendukung pengenaan Tanjak sebagai Icon Jambi. Namun demikian, mereka menunggu sosialisasi terkait Tanjak.

Hal ini disampaikan Husni Thamrin, Sekretaris Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jambi menjawab dinamikajambi.com. Husni yang kerap disapa Ook ini mengatakan, sebagai budaya daerah, Tanjak tentu menunjang pariwisata Jambi.

“Ini kan sebagai Icon. Budaya lokal kita. Sudah seharusnya kita dukung,” bilangnya.

Meski demikian, Ook yang juga duduk sebagai Sekretaris Badan Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Jambi ini bilang, pengenaan Tanjak maupun Tengukuluk sebaiknya dirancang sedemikian rupa. Beberapa masukan Ook untuk mendukung ciri khas Jambi ini.

“Seperti misalkan pada model Tanjak. Yang digunakan itu model apa, dan dari mana? Model Tanjak ini kan banyak dan berbeda di daerah. Jadi, yang mana untuk provinsi, yang mana untuk kabupaten/kota,” paparnya.

Untuk itu, sambung pria berbadan gempal ini, pemerintah dan pelaku pariwisata serta pihak terkait lainnya harus duduk bersama. Bagaimana merancang ikat kepala khas Jambi ini. Ia juga menyebutkan soal potensi ekonomi.

“Bagaimana ini bisa menjadi penunjang pariwisata jambi. Sebagai Icon dan cinderamata Jambi. Yang kemudian lebih penting, apakah Tanjak, atau Lacak yang dipakai?,” ujar Ketua III PHRI bidang Perijinan, Hukum, Advokasi dan Promosi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page