MERANGIN – Lagi-lagi gas melon bersubsidi semakin jadi sorotan. Banyaknya temuan-temuan yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat yang berhak menggunakannya, belum menemukan solusi.
Kali ini kembali ditemukan oleh dinamikajambi.com pangkalan yang terdaftar namun tak beroperasi. Tepatnya di Desa Tambang Emas Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin.
Terdaftar di PT Putra Siarang, Sutar Gas beralamatkan di desa tersebut, namun pangkalan tak dapat ditemukan.
Hal ini pun diakui oleh kepala desa tambang emas tersebut.
“Kalau pangkalan Sugiarto, iya ada. Tapi kalau Sutar gas tidak ada,” ungkapnya.
Keberadaan pangkalan gas tutup ini diduga akal-akalan. Mereka terdaftar, sementara gas subsidi untuk warga tak mampu itu dijual keluar daerah.
“Kalau dijual ke pangkalan, harga berkisar 17-18 ribu. Untung tipis. Kalau dijual ke daerah terpencil, bisa diatas 30 ribu. Bisa terbayangkan?,” sebut salah satu pelaku usaha yang namanya minta disimpan.
Sementara di Kota Bangko, pantauan awak media menemukan harga gas ini semakin menggila. Warga mesti menebus gas dengan harga Rp 30-35 ribu.
Mungkinkah permasalahan gas ini bisa terselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Merangin. Jika aturan sudah benar-benar diterapkan pastilah kelangkaan dan mahalnya harga tak akan terjadi.
