Ngeri, Siswa SMP Ini Disetrum dan Kakinya Diinjak Hingga Patah Oleh Oknum Polisi?

HUKRIM – Seorang siswa SMP disetrum polisi dan kakinya di injak hingga patah. Persitiwa itu terjadi saat siswa SMP berinisial MR (14) itu sedang menonton balapan liar beberapa waktu lalu.

Kasus dugaan siswa SMP disetrum polisi dan kakinya di patahkan, telah memasuki babak baru.

Joni Lay, kuasa hukum keluarga korban mengaku akan melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Polda Bali hari ini, Rabu (6/10).

Baca juga : 15 Kasus Kejahatan Kendraan di Muaro Jambi Sejak April Lalu, 16 Pelaku Di amankan

Kepada radarbali.id (jaringan pojoksatu.id) kuasa hukum MR, AKBP (Purn) Joni Lay mengatakan, bahwa sebenarnya laporan tindak pidana, hendak di lakukan atau di layangkan pada Selasa (5/10).

Namun, hal itu di urungkan lantaran MR harus di bawa ke RS, karena kontrol Kesehatan. Terutama terkait patah kaki yang di alami, usai penganiayaan tersebut.

“Ya, karena jadwal kontrol sehingga, Rabu besok pagi (hari ini) kita lapor ke SPKT (Polda Bali) terkait tindak pidana,” jelas Joni.

Sekadar di ketahui, sebelumnya kaasus dugaan penganiayaan ini sudah di laporkan ke Bidang Propam Polda Bali. Kasus laporan etik ini, masih bergulir di Propam.

Propam sudah melakukan pemeriksaan saksi, olah TKP, dan mendapatkan salinan rekaman CCTV di dekat kejadian. Khususnya di Restoran The Hub, Jalan By Pas Ngurah Rai, Sanur, Denpasar.

Kronologi Siswa SMP Di setrum Polisi

Dalam laporan ke Propam, siswa SMP kelas IX berinisial MR mengaku di aniaya polisi, pada Sabtu (25/9) dini hari.

Saat itu, Ia sedang menonton balap liar di Jalan By Pas Ngurah Rai. Seketika datang polisi, membubarkan balap liar dan menangkapi mereka.

MR sempat kabur dengan sepeda motornya, namun di tendang. Ia akhirnya di setrum, kemudian kakinya di injak hingga patah.

Akibat kejadian itu, kaki MR dioperasi di RS BROSS Denpasar hingga menghabiskan biaya, sekitar Rp. 100 juta.

Berita lain : Tak Di kasih Pinjaman Uang Untuk Kirim ke Orang Tua, Buruh di Muaro Jambi Habisi Nyawa Bosnya

Di tengah penyidikan Bidang Propam Polda Bali, ternyata ada beberapa orang yang datang ke The Hub, untuk meminta rekaman CCTV. Tiga orang pria mengaku dari Ditreskrimum Polda Bali.

Namun, Dir Reskrimum Polda Bali, Kombespol Ary Satriyan menegaskan, pihaknya sudah mengecek seluruh anggotanya. Dan di pastikan tiga orang yang datang itu, bukan dari Dit reskrimum Polda Bali.

Kata Ary, tidak orang tersebut di pastikan, sengaja mencatut nama Dit reskrimum Polda Bali.

 

Sumber : Pojoksatu.id

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube