Netizen dan Petani Bereaksi Keras Tanggapi Kemarahan Menteri Pertanian

JAMBI – Berita terkait kemarahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada Kepala Dinas Pertanian Provinsi, menjadi viral di media sosial. Beragam reaksi netizen mewarnai pemberitaan berangnya sang Menteri lantaran bantuan program pusat tak sampai ke petani.

Dari pencopotan Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten, sampai pada kasus narkoba yang digrebek aparat di Rumah Dinas Amrin Aziz, Kadis Pertanian Provinsi Jambi baru-baru ini menjadi sorotan netizen. Ada pula yang menyoroti soal kinerja penyuluh. Salah satunya Ananda Mustafa Andi pada group Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung di jejaring sosial, Facebook.

“Poktan KARYA MEMBANGUN, tanam cabe mabdiri dgn luasan 5 ha, smp skr pun gk ad penyuluh yg mmpir k sini( boro2 ngasih arahan ) , cba bsok klo pnen, psti bnyk yg selfi dan berfoto ria d sini” tulis Ananda

“Kesalahan yang paling besar dilakukan Ka. Dis Pertanian Provinsi Jambi adalah, bebasnye rumah Dinas nye dipakai orang yang tidak bertanggung jawab.
Sampai dijadikan tempat untuk pesta Narkoba.
Baru – baru ini kan di grebeg polisi, dak terbukti dengan ditangkapnya 2 orang dan barang bukti Syabu – syabu beserta alat hisapnye. Nah tanggung jawab rumah dinas itu, adalah tanggung jawab Ka. Dis Pertanian diamanahkan kebeliau….” tulis Oki Zulkifli

baca sebelumnya : Kesal Dengan Kepala Dinas Ini, Menteri : “Kalau SK nya dari saya, sore ini saya pecat”

Sementara itu, Wakil Sekretaris II Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (PETANI), Beni Ari Feriadi turut bereaksi keras. Ia sangat menyayangkan tidak berjalannya program pertanian yang digalakkan pemerintah. Bilang pria yang akrab disapa Ari itu, program Nawa cipta Presiden RI, Joko Widodo mesti pula ditinjau.

“Kesalahan ini mudah dipahami. Program sudah berjalan. Bantuan sudah dikirimkan. Kenapa petani tidak menerima? PPL kan harusnya ke lapangan, buat laporan ke dinas kabupaten yang selanjutnya ke provinsi. Lalu, apa yang dilaporkan selama ini dengan Gubernur? Cross check saja laporan sampai ke bawah. Sekalian program Nawacita,” terangnya Rabu (7/9) pada dinamikajambi.com

Lanjut Ari, jika ternyata tidak berjalan, permasalahan ini bisa dilihat dengan ketidak mampuan pejabat atau dinas terkait.

“Nah sekarang, laporan itu ada atau tidak? Kalau ada, kan bisa dilihat siapa dan dimana salahnya,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page