MoU Dengan Pelindo II, Fachrori Harap Dongkrak Ekonomi Jambi

JAMBI – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum berharap agar pengembangan pelabuhan di Provinsi Jambi bisa mendorong hilirisasi produk. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan menjadi salah satu strategi dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi Provinsi Jambi.

Hal tersebut dikemukakan pada Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sinergi Pengembangan Pelabuhan Jambi antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dengan Pemerintah Provinsi Jambi, bertempat di Ruang Rapat Sekda Provinsi Jambi, Kamis (13/12) siang.

Penandatanganan dilakukan oleh Plt.Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar dengan Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya.

“Keberadaan pelabuhan berimbas pada munculnya pusat pertumbuhan baru, khususnya kawasan industri dan manufaktur, sehingga hilirisasi produk unggulan daerah dapat terwujud. Keberadaan pelabuhan juga sebagai outlet dan inlet yang diharapkan pada distribusi barang dari dan menuju Jambi menjadi semakin lancar,” ujar Fachrori.

Dengan adanya kawasan pelabuhan dan industri yang terintegrasi, diharapkan kedepannya sektor sekunder dan tersier di Provinsi Jambi akan semakin berkembang serta mendorong peningkatan perekonomian. Karena selama ini Provinsi Jambi cenderung hanya bergantung pada sektor primer atau sebagai penghasil bahan baku saja.

“Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan koordinasi secara intensif bersama Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Pelindo II untuk melakukan pengembangan pelabuhan yang ada di Jambi dan MoU ini akan menjadi dasar kita bersama, untuk bersinergi dalam melakukan pengembangan tersebut,” tutur Fachrori.

Penandatangan MoU ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan pelabuhan yang ada di Provinsi Jambi, serta menjadi salah satu bagian penting dalam upaya percepatan optimalisasi pelabuhan di Provinsi Jambi, dimana pihak Pelindo II yang menjadi operator.

“Semoga dengan adanya MoU ini, pembangunan dan pengembangan pelabuhan di Provinsi Jambi akan dapat dilaksanakan dengan lebih cepat, terpadu dan terintegrasi, sehingga akan lebih mempercepat dalam meningkatkan perekonomian di Provinsi Jambi,” pungkas Fachrori.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pelindo II, Elvyn G Masassya menyampaikan, pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang ada di Jambi merupakan salah satu tugas dari Pelindo II, dari 12 pelabuhan dari Sumatera Barat sampai Jawa Barat, pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo II. Pelindo II sendiri sudah melakukan pengelolaan pelabuhan yang ada di Jambi, baik itu pelabuhan Talang Duku, Muara Sabak dan Kuala Tungkal.

“Manfaat dari keberadaan pelabuhan ini sangat besar sekali, salah satunya adalah dapat mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Untuk itu, kita berupaya melakukan pengembangan pelabuhan, baik dalam membangun infrastruktur maupun dalam meningkatkan infrastruktur yang sudah ada,” kata Elvyn.

Elvyn menjelaskan, dalam melakukan pengembangan pelabuhan harus dilakukan secara bersama sama dari semua pihak, sehingga fungsi pelabuhan bisa optimal, contohnya para pelaku usaha bisa menggunakan akses pelabuhan untuk mengurangi cost (biaya). Optimalisasi pelabuhan juga harus bersinergi dengan para pelaku bisnis, karena para pelaku bisnis juga mendapatkan keuntungan dari keberadaan pelabuhan.

“Pelindo II akan terus menerus melakukan pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang ada di Jambi. Kita sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar pada tahun 2018 dan 30 miliar pada tahun 2019 untuk pelabuhan Muara Sabak, dengan harapan para pelaku usaha bisa benar-benar memanfaatkan pelabuhan sehingga berimbas pada meningkatnya pendapatan daerah dan juga terjadi peningkatan perekonomian masyarakat Provinsi Jambi,” terang Elvyn. (Hmsprov)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube