Mobil Batu Bara Tak Pakai BH, Ini Kata Mahasiswa

JAMBI – Terkait maraknya persoalan mobil angkutan batu bara yang sering menjadi pembicaraan khalayak banyak, akibat ulahnya yang terkadang memicu kegaduhan dan tidak sedikit yang mengakibatkan kecelakaan di jalanan. Apalagi baru-baru ini terdapat pelat yang digunakan bukan dari daerah Provinsi Jambi, tentunya hal tersebut membuat masyarkat mulai resah dengan keberadaannya.

Tentunya hal ini idak hanya kalangan masyarakat saja yang resah, akan tetapi tidak sedikit juga mahasiswa yang berasumsi mengenai hal tersebut.

Seperti yang diutarakan oleh mahasiswa UIN STS Jambi, Ari Kurniadi yang menilai hal tersebut tidak sesuai. Dirinya mengatakan seharusnya putra daerahlah yang perlu diakomodir oleh pihak batu bara.

“Saya selaku mahasiswa menilai, tentu hal ini sangat tidak sesuai, artinya yang seharusnya putra daerah yang di utamakan dan di akomodir oleh pihak Batu bara yang memang berada di daerah Jambi,” kata Ari saat dikonfirmasi Dinamika.com lewat telpon selulernya, Rabu (5/9/18).

Selain itu, Ari juga menyampaikan bahwa batu bara ini kan aset daerah yang kebetulan dikelola oleh pihak swasta. Dirinya menyebut sangat disayangkan, jika tenaga kerja yang diambil itu bukanlah putr daerah.

“Pihak pengelola juga wajib menjadi penampung tenaga kerja dari putra daerah, batu bara ini kan aset daerah, yang kebetulan di kelola oleh pihak swasta, namun sangat di sayangkan dari segi ketenagakerjaan yang di ambil persentase nya lebih banyak dari luar daerah,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap Pemenrintah yang memegang puncak kendali hal tersebut, agar bisa lebih fokus dalam melakukan pewasan terhadap lajunya pergerakan dari batu bara ini, sehingga dapat menimbulkan kerugian dikalangan masyarakat.

“Saya harap pemerintah dapat lebih berperan penuh dalam pengawasan hal ini, dan lebih di tertibkan lagi, karna banyak sekali hal-hal yang merugikan, contohnya adalah di mana banyak sopir yang masih melanggar aturan soal jam kerja, masih bnyak yg melintas pada siang hari, dan menyebabkan kemacetan, blum lagi korban kecelakaan yang di sebabkan oleh supir batu bara ini,” pungkasnya. (Win)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033