BATANGHARI – Persiapan untuk aksi yang akan dilaksanakan oleh Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) pada 26 April 2018 terkait kerusakan lingkungan, sudah lebih dari 90 persen. LMPI Batanghari tak main-main, 100 Massa dipersiapkan untuk aksi yang digelar di 2 titik yakni Mapolres Batanghari dan Dinas Lingkungan Hidup
“Hari ini kami mematangkan persiapan untuk pelaksanaan aksi tanggal 26 mendatang, rencananya Laskar Merah Putih Indonesia dengan 100 orang anggotanya akan menggelar aksi di Mapolres Batanghari dan Dinas Lingkungan Hidup Batanghari,” ujar Ketua Laskar Merah Putih Indonesia Batanghari.

Aksi ini dilatar belakangi oleh kekhawatirannya Laskar Merah Putih Indonesia terhadap Kerusakan hutan Sulthan Thaha di desa Senami serta pembalakan liar diTaman Nasional Bukit 12.
Ditambah lagi illegal drilling di desa pompa air yang kian marak, seakan tak pernah berhenti, maka muncul kesan seakan dibiarkan oleh pihak berwenang yaitu dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Polres Batanghari.
Dengan dilaksanakannya aksi ini, LMPI menuntut agar pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Polres Batanghari, menindak pelaku Illegal Drilling dan perambahan Hutan tanpa pandang bulu.

Dimana illegal drilling yang selama ini sudah sering dirazia bahkan ditutup namun kembali dibuka yang dicurigai disebabkan adanya oknum yang bermain, begitu pula dengan perambahan hutan yang kian hari kian marak. (Ali kucir)
