Konyolnya Oknum Camat Bawa Mayat Pakai Trantib, PMI Kesal

JAMBI – Viral penghadangan mobil ambulance di Jambi, jadi sorotan. Konyolnya oknum camat bawa mayat pakai mobil trantib, bikin PMI kesal.

Karyadi, pengurus Palang Merah Indonesia Kota Jambi sekaligus pengurus Cruiser Donasi Indonesia (CDI) kecewa atas aksi penghadangan tersebut.

Ia bahkan terlibat perdebatan dengan oknum camat, hingga dilerai warga pada kejadian Senin (27/04/2020) kemarin.

Pada Dinamikajambi.com, Karyadi mengurai awal kejadian tersebut. Dimana, Ia mendapatkan laporan dari pengurus PMI dan CDI, ada warga tak mampu tengah sakit keras.

“Karena tak mampu, juga tidak ada keluarganya, kita langsung bergerak. Saya sendiri, langsung mengunggah di grup PMI dan CDI untuk bantuan,” ungkap Karyadi.

Upaya pengusaha muda ini, mendapat respon anggota dan rekannya untuk memberikan bantuan. Ia pun mengirim anggota untuk mengurus warga Pinang Merah RT 22, Kelurahan Bagan Pete, Kota Jambi tersebut.

“Ternyata, didapatkan informasi bahwa bapak tersebut telah meninggal dunia. Kita langsung cari ambulance,” katanya.

Diantara waktu, Karyadi mengupayakan bantuan ambulance untuk membawa mayat. Ia menghubungi sejumlah kolega. Dari Ambulance HBA, Fasha dan terakhir baru didapatkan dari Cek Endra.

“Saya tidak tau dari mano, karena tadi semua sudah dihubungi. Waktu itu, fokus pada musibah. Membantu warga tak mampu,” ungkap Karyadi.

Prosesi sepertinya biasanya yang dilakukan PMI maupun CDI dalam pemakaman dilakukan. Namun tiba-tiba, oknum camat dan lurah datang.

“Kami biasa membantu, sosial seperti ini. Tanpa ada camat, lurah, tidak ada masalah,” katanya.

Namun hari ini, menjadi perdebatan panjang.

Lihat Video : Dewan Korban Penggelapan Pajak, Samsat Siap Terima Laporan

Ya, pasalnya, camat dan lurah menghadang ambulance berlogo Cek Endra yang datang.

“Pak camat datang. Langsung ngusir. Sudahlah pak,  ini urusan kami. Tidak usah ikut campur,” kata Karyadi menirukan ucapan camat.

Entah bagaimana, Ia kemudian mendatangkan mobil Trantib, guna membawa mayat.

“Saya kira mobil ambulance Fasha, atau ambulance rumah sakit. Eh dak taunya, datang mobil trantib. Mobil kecamatan,” katanya mengurai.

Alhasil, perdebatan kembali terjadi. Karyadi dan oknum tersebut, bahkan musti dilerai warga.

2 Jam Mayat Terpanggang

Konyolnya lagi, oknum camat ngotot segera memakamkan mayat. Padahal, pengalian belum rampung.

“Jangan dulu pak camat. Ini mobil bak terbuka,” protes Karyadi.

Tak dituruti, oknum camat tetap bawa mayat pakai trantib. Seakan memaksakan diri, jalanan rusak dihajar.

“Alhasil. 2 jam lubang itu belum siap. 2 jam mayat terpanggang di mobil,” kesalnya.

Baca Juga : Jemaah Ambruk, Tarawih di Masjid Kemayoran Bubar

Berita Terkait : Bikin Emosi, Ada Ambulance, Tapi Camat Bawa Mayat Pakai Mobil Trantib

Kekonyolan sang camat, akhirnya viral. Publik menyayangkan empati dari oknum itu.

Terlepas dari persaingan politik Fasha dan Cek Endra, tentu saja aksi ini tak patut ditiru.

“Lepaskan dulu, hal mobil berlogo apo. Yang penting, mayat ini dijalankan dengan rukun yang benar,” kesalnya.

“Kesal dengan camat. Ini musti ditegaskan. Tidak mungkin pak Wali (Fasha,red) memerintahkan hal itu. Jangan merusak nama pak Wali,” tegasnya.

 

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page