PADANG – Pernah melakukan kontak dengan pasien Positif Covid-19, 13 Tenaga Medis di Padang terpaksa, harus diperiksa dan hasilnya positif Corona.
13 tenaga medis yang terlibat di RSUD Padang Panjang, Sumatera Barat, positif membantah hasil pemeriksaan laboratorium di Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.
Baca juga : Tak Hanya Kompak, Pemkab Tanjabtim Juga Tegas Tangani Covid-19
Para tenaga medis ini sebelumnya, dari seorang pasien yang sebelumnya dinyatakan positif corona.
“Ke-13 tenaga kesehatan ini adalah mereka yang pernah kontak dengan pasien NS, warga Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, yang pernah berobat ke RSUD dan sudah lebih dulu dinyatakan positif Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuryanuwar, Jumat (1). / 5). Dikutip dari Antara.
Sebelumnya, sebanyak 70 orang tenaga medis yang dibawa di Puskesmas Kebun Sikolos, dan RSUD Padang Panjang menerima pemeriksaan karena pernah kontak dengan pasien NS.
Dua fasilitas kesehatan itu, merupakan lokasi dimana NS, pernah mendapat layanan kesehatan. 13 orang tenaga kesehatan yang dinyatakan positif, dan tanpa semuanya dipertanyakan di RSUD Padang Panjang.
“Semuanya tidak pernah menyentuh dalam jarak kurang dari satu meter. Namun belum dapat dipastikan, apakah tertular dari NS atau persetujuan yang juga sudah dinyatakan positif Covid-19,” katanya.
Keterangan Direktur RSUD Padang
Direktur RSUD Padang Panjang Ardoni menambahkan, hasil swab NS keluar pada Ahad (26/4) semua petugas yang pernah kontak dengan NS.
Dimana NS sudah dikarantina di lokasi, yang menyediakan pemkot dan tidak pulang ke rumah.
“Setelah dinyatakan positif, mereka diisolasi di RSUD Padang Panjang mulai Kamis (30/4) malam,” katanya.
Selanjutnya pihaknya akan menelusuri kontak 13 tenaga kesehatan itu, menyemprotkan disinfektan ruangan dan seluruh rumah sakit. Serta kembali menelusuri kontak pasien NS.
Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran meminta, harga yang lebih mahal daripada yang diminta PSBB, agar tidak keluar rumah. Jika tidak perlu menggunakan masker, dan jaga kebersihan.
“Hasil ini di luar dugaan kita, setelah semuanya mencoba di perbatasan kota dan di dalam daerah. Kami harap ini jadi perhatian bersama agar lebih patuh dalam PSBB,” katanya.
Sumber : Klik Disini
