JAMBI – Kisruh antara masyarakat dengan angkutan umum Batubara, semakin larut kian menjadi. Bahkan kalangan mahasiswa pun ikut handil dalam masalah ini. Kali ini, Badko HMI Jambi menantang Kotura untuk debat publik, terkait masalah regulasi.
“Badko HMI Jambi, menantang debat publik masalah regulasi kepada Kotura, Pemerintahan dan Perusahaan. Pemerintahan tidak tegas dalam menyikapi kecelakaan yang terjadi oleh truk batubara. Pembiaran ini akan memicu konflik, jika terus di biarkan,” ungkap Ketua Badko HMI Cabang Jambi, Iin Habibi kepada Dinamikajambi.com, Senin (8/10/18).
Dirinya menilai, masalah ini sudah mengancam kenyamanan masyarakat dijalanan. Ia juga menyebut berapa banyak lagi korban yang harus menuai, akibat dari keganasan angkutan batubara tersebut.
“Ini bicara kemanusiaan, berapa banyak lagi yang harus menjadi korban keganasan ini, jangan menjadi pengkhianat bangsa dan negara.” bebernya.
Selain itu, dikatakannya juga apabila akses batubara ini tidak dihentikan, Ketua Badko HMI Jambi ini takut, hal tersebut akan berdampak buruk bagi kehidupan anak cucu bangsa nantinya.
“Belum lagi kita bicara dampak ekologi, yang terjadi terkait pembiaran kerakusan perusahaan batu batu bara, ekosistem harus diselamatkan, jika di biarkan ini berdampak besar bagi keberlangsungan hidup anak cucu kita.” imbuhnya.
Berita Terkait : Kotura Kecewa, Demo HMI Salah Sasaran dan Curiga Ditunggangi
Untuk itu, Iin menyampaikan, kepada seluruh instansi terkait, baik itu pemerintah atau pun masyarakat, agar tidak bersikap acuh terkait masalah tersebut.
“Jangan menjadi banci, bersikap acuh terhadap permasalahan ini.” pungkasnya.
Sementara sebelumnya, Korwil Kotura Provinsi Jambi membuka pintu pada mahasiswa, untuk duduk bersama terkait permasalahan ini. (Nrs).
