Kekurangan Kelas, SDN 216 Sulap Gudang Jadi Kelas

SENGETI – Akibat kekurangan ruang belajar SD Negeri 216 Plangke, Desa Sungai Landai Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi manfaatkan gudang tenpat penyimpanan barang-barang bekas untuk ruang belajar dan mengajar.

Ironisnya gudang yang berukuran kurang lebuh 4×4 meter itu terlihat tidak layak untuk digunakan karena banyak dinding yang bolong. Dengan inisiatif guru, gudang tersebut di sulap menjadi ruang belajar siswa kelas 2 di SD tersebut.

Sementara gedung sekolah yang ada, hanya memiliki 2 ruangan. Kedua ruangan itu pula digunakan untuk belajar. Sedangkan ruangaan guru, harus numpang dengan ruangan perpustakaan.

“Kami hanya mempunyai 2 ruang belajar. Ya mau tak mau gudang yang biasanya tempat penyimpanan bekas terpaksa kami gunakan untuk ruang belajar,” kata Ruspandi Salah seorang Guru Honorer di SD tersebut.

Ruspandi menambahkan, pihaknya sengaja memakai gudang tersebut karena ruang kelas yang ada tidak cukup.

“Gedung sekolah kami hanya 2 ruangan. Itupun masing-masing disekat menjadi 2 ruangan, sehingga menjadi 4 ruangan. Dua kelas lagi satu numpang diruang perpustakaan, disekat lagi untuk majelis guru. Satu lagi ya di gudang tadi,” sampainya.

Untuk jumlah total siswanya ada 38 siswa dengan 3 orang guru tetap (PNS) termasuk kepala sekolah. dan 8 orang guru honor.

Sementara itu, Sutila (34), membenarkan kalau sekolah tempat anaknya sekolah terpaksa menggunakan gudang untuk tempat ruang belajar.

“Anak saya bernama Zhafarani kelas 2 yang kebetulan memang belajar di gudang yang dijadikan ruang belajar,” sampainya.

Untuk itu, dia berharap kepada pemerintah untuk meperhatikan keberlangsungan KBM di sekolah ini. Karena dengan sekolah itu dia bisa mengawal masa depan anaknya di jejang pendidikan.

“Dengan kondisi yang ada, tanpa bantuan pemerintah sekolah itu mungkin mengalami kemajuan, dan sedikit orang tua mau menyekolahkan anaknya di sekolahan ini,” pungkasnya. (Din)