Kasus Stunting Di Provinsi Jambi 2020 Masih Tinggi, Sarolangun Terbaik

BERITA JAMBI – Perkembangan kasus Stunting di Provinsi Jambi 2020 tampaknya masih perlu perhatian. Tercatat, Kabupaten Tanjabbar memiliki angka tertinggi sedangkan Kabupaten Sarolangun terbaik atau terendah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi yang merupakan Pengarah Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Stunting Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH mengemukakan, percepatan pencegahan stunting (pertumbuhan kerdil) merupakan prioritas program nasional.

Memerlukan koordinasi dan sinkronisasi serta sinergi program antara Pemerintah Kabupaten/Kota sampai kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jambi memberikan perhatian besar dalam penanggulangan stunting. Hal itu dikemukakan Sudirman saat membuka Rapat Penilaian Kinerja Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota Tahun 2019 – 2020 di Provinsi Jambi, yang diselengarakan secara virtual.

Baca Juga : Angka Stunting Jambi Rendah, Gubernur Masih Minta Perhatikan

Diikuti seluruh Kepala Bappeda, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi. Sekda menyelengarakan rapat secara virtual di Ruang Mayang Mangurai Bappeda Provinsi Jambi, Selasa (27/10/2020).

Sudirman mengatakan sangat mengapresiasi terselenggaranya rapat tersebut. Dirinya juga mengapresiasi Tim Penilai Kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan konvergensi penurunan stunting terintegrasi yang telah mempersiapkan pelaksanaan penilaian.

Provinsi Jambi saat ini masih menghadapi permasalahan masih tingginya angka prevalensi stunting. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Angka prevalensi stunting pada balita masih diatas standar WHO yaitu sebesar 30,1 persen.

Data Stunting Di Provinsi Jambi

Untuk rata-rata kabupaten, yang tinggi angka stunting-nya diantaranya Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar 44 persen dan Kabupaten Kerinci sebesar 42,4 persen, sedangkan yang rendah adalah Kabupaten Sarolangun sebesar 18,8 persen.

Pada tahun 2018, berdasarkan hasil Riskesdas Kabupaten Sarolangun, angka stunting berjumlah 18 persen dari jumlah bumlah Bayi Umur Lima Tahun (Balita) sebanyak 18.649 balita dan ibu hamil sebanyak 6.969 pada tahun 2018. Maka dari hasil tersebut bisa dikatakan dari 10 orang anak balita, dua diantaranya terkena stunting. (Gatra.com)

 

”Stunting sudah menjadi perhatian serius pemerintah. Karena stunting merupakan masalah multi dimensi, diantaranya mencakup masalah gizi yang kurang, pelayanan kesehatan yang belum optimal, kemiskinan, ketidaktahuan dan ketidakpedulian, lingkungan yang kurang baik.” Ungkap Sudirman.

“Serta distribusi bahan pangan yang kurang baik dan belum optimalnya infrastruktur air minum yang bersih layak minum,” lanjutnya.

Sudirman juga menegaskan, penurunan stunting perlu dilakukan dengan sinkronisasi program-program mulai dari pusat, daerah, lokal dan masyarakat. Dan stunting sudah ditetapkan sebagai program nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

“Ada 8 aksi perencanaan yang harus dilakukan yaitu Analisis Situasi, Rencana Kerja, Rembuk Stunting, Pergub tentang Peran Desa, Pembinaan Kader Pembangunan Manusia, Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi data Stunting dan Review Kinerja Tahunan.

Dalam melaksanakan aksi tersebut dilibatkan banyak sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, keciptakaryaan, pemberdayaan masyarakat dan keluarga berencana,” terang Sekda.

Pencegahan Dan Penurunan Angka Stunting

Lebih lanjut Dirinya menjelaskan, penilaian kinerja pencegahan dan penurunan stunting kabupaten/kota merupakan suatu kegiatan yang penting. Untuk dilakukan agar kabupaten/kota mendapat umpan balik dan pembelajaran.

Upaya meningkatkan konvergensi intervensi gizi, dan terciptanya koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan program kegiatan penanganan stunting yang valid dan update antar istansi.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Provinsi Jambi yang diwakili Kabid Sumber Daya Manusia, Pemerintah dan Sosbud Sri Hartati,SE,MM menyampaikan. Pemerintah Provinsi Jambi hari ini melaksanakan penilaian kinerja Kabupaten/kota yang hasilnya akan diumumkan secara nasional oleh Kementerian Dalam Negeri pada November 2020.

Lihat Video : Sikumbang Water Park Berbenah, Warga Sudah Tak Sabar

”Penilaian kinerja tahun ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran dan daya saing yang dapat memotivasi pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi Jambi. Untuk meningkatkan kinerjanya dalam penanganan stunting,” ujar Sri Hartati.

“Prioritas penilaian kinerja penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi oleh tim panelis Provinsi Jambi. Tahun 2020 ada 4 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Kerinci, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Merangin.

Indikator penilaian ada 8 indikator. Kedepannya tim penilai kinerja penurunan dan pencegahan stunting terintegrasi akan menambah dua lokasi prioritas pada tahun 2021. Yaitu Kota Jambi dan Kabupaten Tebo.” Sambung Sri Hartati.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page