Kasus Kriminal Menurun, Narkoba dan 3C di Tanjabbar Menonjol

BERITA TANJABBAR – Angka kasus kriminal di Kabupaten Tanjabbar, mengalami penurunan. Hal ini berdasarkan press release yang di paparkan oleh Kapolres Tanjabbar, Rabu (30/12/20).

Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro yang di dampingi oleh Wakapolres Tanjabbar, AKP menyebutkan bahwa berdasarkan penangganan yang di lakukan selama 2020 ini.

Baca juga : Kades Kebon IX Sambut Baik Soal Mediasi Yang Dilakukan Polres Muaro Jambi

Di mana, tercatat angka kasus kriminal di wilayah hukum Kabupaten Tanjabbar mengalami penurunan.

“Berdasarkan penangganan yang telah di lakukan oleh kita, ada penurunan jika di lihat dari tahun 2019 dengan saat ini,” ungkapnya.

Kata Guntur, secara kuantitas terjadi penurunan sebesar 27,27 persen angka kejahatan. Di mana dengan perincian pada 2019 sebesar 231 kasus, dan pada 2020 mengalami penurunan cukup signifikan. Yang menjadi 168 kasus, atau turun 63 kasus.

“Pada tahun 2020, terdapat kenaikan angka penyelesaian kasus secara kuantitas. Dan juga kualitas,” bebernya.

Dengan Penurunan ini, kata dia menunjukan bahwa kondisi kamtibmas di Tanjabbar terjaga dengan baik. Berkat sinergi semua pihak, TNI-Polri dan Pemda serta seluruh elemen.

“Tentu ini juga jadi potret kehidupan di Tanjabbar, yang sangat sadar kamtibmas jadi kebutuhan,” kata Guntur di dampingi Kabag Ops, Kompol Iswandi Syahlah, SH.

Bahkan Guntur mengatakan bahwa penurunan angka kriminal, di masa pandemi Covid-19 ini berbanding terbalik dari prediksi-prediksi awal. Di mana yakni masa pandemi, kejahatan idealnya meningkat.

Namun Ia mengakui jika di klasifikasikan jenis tindak pidana, paling menonjol di Tanjabbar yakni Kasus 3C.

“Curat 39 kasus, Curas 4 kasus, Curanmor 24 kasus, Anirat 1 kasus dan Pembunuhan 2 kasus. Sementara kasus korupsi 1 kasus,” terangnya.

Lihat juga video : Bupati bilang sudah, BPBD Sebut Nunggak honor posko Covid-19 di Merangin

Di sisi lain, Kapolres mengakui terjadi peningkatan tindak pidana Narkoba, pada 2020 ini.

“Pada 2019 sebanyak 31 kasus, dan pada 2020 meningkat 48 kasus. Artinya ada kenaikan 17 kasus atau 54,83 persen,” pungkasnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page