JAMBI – Kasus gizi buruk di Provinsi Jambi di tahun 2020 saat ini lebih cenderung menurun, dibandingkan dengan 2018 dan 2019 kemarin.
Hal ini disampaikan langsung oleh, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, OKI Pratama saat ditemui awak media pada Kamis (25/06/2020).
Baca juga : Berang, Data Penerima Bansos Provinsi Tak Valid, Dewan Sampai Beberkan Hal Ini
OKI mengatakan, bahwa untuk tahun 2020 ini kasus Gizi Buruk di Provinsi Jambi, lebih cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau kita melihat sampai saat ini, dari per April kemarin sudah kita sampaikan. Tapi kalau secara umum yang dilihat dari tahun sebelumnya, kita ada penurunan kasus.” Katanya.
Pun demikian, dirinya tidak menyebutkan berapa angka kasus Gizi Buruk di Provinsi Jambi, yang sudah masuk.
“Tetapi memang kasusnya lebih menurun,” bilangnya.
Meskipun laporan yang diterima, tahu ini dibandingkan dengan sebelumnya di dapat menurun, pihaknya akan tetap mewaspadai kasus baru. Apalagi, saat ini Jambi tengah dilanda Pendemi Covid-19.
“Akan tetapi kita tetap mewaspadai, apalagi Pandemi Covid-19 ini. Ditambah lagi, anak-anak kita yang tadinya bisa dibawa ke posyandu, jadi prosesnya lebih lama lagi karena ada aturan protokol kesehatan,” paparnya.
Sebagaimana diketahui, untuk mendapatkan layanan imunisasi anak-anak tersebut, harus melalui perjanjian terlebih dahulu dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan.
“Misalnya jadwal ibu ini anaknya jadwal imunisasi anaknya buan ini, maka dia harus koordinasi dulu dengan petugas. Kapan, dan kemudian dimana, apakah di puskesmas atau dimana.” Jelasnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Hal ini dilakukan, guna untuk menghindari kerumunan, yang akan menyebabkan kesempatan penyebaran Covid-19 meluas.
“Jadi balita yang datang untuk imunisasi ini, akan diatur dengan protokol Kesehatan. Begitu juga dengan posyandu, jika melakukan p layanan kesehatan. Tentu akan menggunakan protokol kesehatan,” ujarnya. (Nrs)
