BERITA NASIONAL – Karma bagi Israel yang tiada iba serang Palestina di jalur Gaza, kini bagai tampak nyata terjadi. Betapa tidak, di satu sisi serangan roket Hamas, mereka juga di sibukkan dengan perang saudara yang pecah antara warganya sendiri dan polisi.
Peristiwa ini pun bagaikan karma bagi Israel, yang tak punya hati terus menerus serang warga Palestina tanpa iba. Sehingga, banyak korban yang tidak berdosa berjatuhan.
Baca juga : Joe Biden Bicara Israel-Palestina, Ternyata Ini Harapan Presiden Amerika
Seperti di ketahui, perdana Menteri Israel di kabarkan pusing menghadapi 2 tekanan sekaligus. Di antaranya, yakni di bombardir roket Hamas dan pecah perang saudara di Israel sendiri.
Israel yang tengah disibukkan oleh serangan Hamas dari Jalur Gaza dan bentrokan di kompleks Masjdi Al-Aqsa, kini harus membagi perhatiannya untuk kota Lod.
Ya, kini Israel tak hanya berhadapan dengan rakyat Palestina, yang selama ini di tindasnya. Akan tetapi juga harus menghadapi warganya sendiri.
Kota Lod kini telah menjadi pusat dari perang saudara di Israel, di mana terjadi bentrokan antara massa dan polisi.
Perang Saudara
Perang saudara ini sendiri, di picu ketika ribuan orang berduka di Kota Lod, setelah seorang pria Arab di duga di tembak oleh seorang Yahudi.
Pertempuran yang terjadi di Lod ini sendiri, pada akhirnya mengingatkan tentang tragedi yang jauh lebih mematikan di kota tersebut, lebih dari setengah abad silam.
Peristiwa tersebut terjadi pada 30 Mei 1972, tepatnya di bandara internasional Lod (yang kini diberi nama bandara Ben Gurion), Tal Aviv, Israel.
Serangan tersebut di anggap sangat langka dan sungguh sulit di percaya, tak hanya oleh warga Israel, tapi juga hampir seluruh dunia
Sebab, kewarganegaraan dari para penyerang di anggap mustahil terjadi, jika merujuk pada alasan serangan mereka.
Ya, dengan penyebab serangan di sebut karena ketidakadilan yang terjadi di Palestina, kewarganegaraan para penyerang di anggap tak lazim.
Semuanya berawal pada pukul 22.00,kala sebuah pesawat maskapai Air France yang berasal dari Roma, Italia mendarat di bandara Lod.
Tiga orang pelaku penyerangan menginjakkan kakinya di Israel, dengan menumpangi pesawat tersebut.
Selain karena kewarganegaraan, tas biola yang mereka jinjing juga turut membuat mereka di anggap sebagai penumpang biasa, tanpa menarik perhatian.
Namun, semua berubah ketika ketiganya memasuki ruang tunggu dari bandara, dan membuka tas biola yang mereka bawa.
Senapan serbu VZ 58 buatan Cekoslovakia, tiba-tiba menyeruak dan siap memuntahkan peluru-pelurunya.
Tanpa basa-basi, ketiganya langsung menembakkan senjata mereka secara membabi buta, tanpa melihat siapa yang menjadi sasaran.
Tak hanya menggunakan senapan, mereka juga turut menggunakan granat yang di lemparkan, kala mereka mengisi ulang peluru senapan mereka.
Tragis, salah satu penyerang justru tewas setelah tertembak tanpa sengaja, oleh salah seorang rekannya sendiri.
Satu penyerang lainnya tewas karena ledakan dari granatnya sesaat, setelah dirinya menembaki penumpang yang baru turun dari pesawat El Al.
Satu penyerang yang tersisa, berhasil di lumpuhkan oleh peluru panas aparat keamanan bandara. Lalu kemudian di amankan, saat mencoba melarikan diri.
Serangan yang menewaskan 26 orang tersebut, sontak membuat Israel mencekam. Ini pun bagaikan karma bagi Israel yang tiada iba serang Palestina.
Begitu pula dengan satu negara, yang menjadi asal dari ketiga penyerang.
Negara yang di maksud adalah Jepang.
Ya, ketiga penyerang yang berdalih memperjuangkan ketidakadilan terhadap Palestina tersebut, bukan berasal dari negara Arab atau negara mayoritas Islam lain.
Publik Jepang yang terhenyak akan kabar tersebut, bahkan baru bisa mempercayai kabar yang beredar kala Pejabat Kedutaan Besar mereka, di Israel memberi pernyataan resmi.
Ketiga pelaku, Kozo Okamoto, Tsuyoshi Okuidara, dan Yasuyuki Yasuda, merupakan anggota dari Tentara Merah Jepang (JRA).
Namun, dalam penyerangan di Israel tersebut, mereka mengaku mewakili kelompok bersenjata Palestina PFLP-EO.
Okamoto, satu-satunya pelaku penyerangan yang selamat, mengaku tak memiliki dendam dengan rakyat Israel.
“Tetapi saya harus melakukannya,karena itu adalah tugas saya sebagai seorang prajurit revolusi,” kata Okamoto, seperti di kutip dari kompas.com.
Pengadilan militer Israel, selanjutnya menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Okamoto, yang kemudian di bebaskan. Ini setelah menjalani hukuman selama 13 tahun pada 1985.
Roket Hamas Gempur Tel Aviv
Militan Palestina, Hamas menembakkan rentetan roket ke pusat ekonomi Israel Tel Aviv, Selasa (11/5/2021). Ini sebagai pembalasan atas serangan Israel, yang menghancurkan blok menara di Gaza.
Kedua kubu telah menembakkan tembakan terberat mereka, selama beberapa tahun.
Eskalasi tajam, yang di picu oleh kekerasan di Yerusalem, telah menewaskan sedikitnya 30 warga Palestina di Jalur Gaza. Ini yang di blokade dan tiga orang Israel, serta melukai ratusan lainnya.
“Ini baru permulaan,” serangan Israel, kata Menteri Pertahanan Benny Gantz memperingatkan, seperti yang di laporkan media CNA, Rabu (12/5/2021).
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh bersumpah, siap untuk melakukan balasan. Jika Israel ingin meningkatkan serangan.
“Jika Israel ingin meningkatkan, kami siap untuk itu,” ujarnya.
Utusan PBB untuk Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, memperingatkan bahwa Israel dan Hamas sedang menuju “perang skala penuh”.
Di kantong Gaza yang padat dan di blokade Israel, 10 anak dan seorang wanita. Termasuk di antara mereka yang tewas sejak Senin malam.
203 orang lainnya, di laporkan terluka akibat serangan udara Israel yang sedang berlangsung. Banyak yang di selamatkan, dari reruntuhan bangunan yang membara.
Di Israel, sirene berbunyi saat roket Hamas menghujani, dan beberapa dari mereka yang tidak dapat mencapai tempat perlindungan. Ini bawah tanah berlindung di bawah jembatan.
“Itu menakutkan,” kata Haim Roy Ben Shlomo.
38 warga Ramat Gan dekat Tel Aviv, menambahkan dia telah mendengar “beberapa tembakan keras, atau ledakan, di atas kepala kami”.
Seorang wanita Israel tewas, ketika roket menghantam Rishon Letzion di tepi selatan kota pesisir itu. Sementara di dekat Holon, rekaman AFP menunjukkan bus yang terbakar, saat petugas penyelamat membersihkan puing-puing.
Tembakan roket memaksa Israel, untuk menangguhkan penerbangan di bandara utamanya, di Ben Gurion dekat Tel Aviv.
Sumber : Tribunnews.com
