JAMBI – Kebakaran Hutan dan Lahan belakangan ini, benar-benar mengkhawatirkan. Selain berdampak kabut asap dan gangguan kesehatan, karhutla juga menggangu ekonomi dan pendidikan. Seolah terulang, Karhutla ini bencana atau rencana?
Hal ini disampaikan Ketua Mahasiswa Pecinta Alam Oase Fakultas Hukum, Universitas Jambi, Herlaldo Silaban, Senin (21/10/2019) malam. Bilangnya, ini murni inisiatif para mahasiswa yang belakangan turut dalam penanganan karhutla.
“Iya inisiatif kita. Karena Mapala bergerak di bidang lingkungan. Karena sudah terlalu sering, Karhutla ini seperti direncanakan. Bukan seperti bencana. Karena setiap tahun ada. Kesadaran itulah, kita bikin acara ini,” bilang Heraldo.
Bukan apa-apa, Karhutla sendiri terbilang para melanda banyak daerah di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah beberapa bulan terakhir. Sempat diguyur hujan, namun karhutla dan kabut asap dampaknya, tetap saja terjadi. Juga pada hujan pekan ini, kabut asap masih terpantau.
Mapala Oase sendiri, turut dalam penanganan karhutla. Para aktivis kampus ini terjun di Tahura Sultan Thaha di Batanghari.
Baca Juga : Ramai-ramai ke Lokasi Karhutla, Dari Bogor Sampai Mapala UNJA
Tujuan acara ini sendiri, bilangnya, agar masyarakat tahu, Karhutla ini bencana atau rencana. Hal ini juga menjadi Thema pada acara yang digelar di Gedung Rektorat UNJA Lantai III besok, Selasa (22/10/2019) sekitar pukul 08.30 Wib sampai selesai.
Berita Terkait : Bantah Bukan Lahannya, Evi Tunggu Pihak Sinarmas di Gedung Dewan
Acara ini, akan menghadiri Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, Dekan Fakultas Hukum UNJA, Dr Helmi SH MH, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Ahmad Bestari SH MH, Direktur Eksekutif Walhi, Rusdiansyah dan Kepala BPBD Provinsi, Bachyuni Deliansyah.
(Erw)
