Juara Debat Belum Tentu Juara Pilkada

Juara Debat Belum Tentu Juara Pilkada

Debat publik Pilkada Kabupaten Muaro Jambi telah selesai dilaksanakan dengan mempertandingkan empat pasangan calon bupati dan wakil bupati. Debat berlangsung 6 segmen dan disiarkan langsung beberapa televisi dan radio lokal di Prov. Jambi. Debat yang dilaksanakan Senin malam 16 Januari 2017 adalah debat satu-satunya untuk pilkada Muaro Jambi dengan tema “pengembangan potensi di Kab. Muaro Jambi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.

Penulis sengaja hadir langsung dilokasi debat untuk merasakan energi dan aura pelaksaan debat dari keempat pasangan calon serta memonitor dan mencatat seluruh kegiatan debat yang tidak bisa dicover jika hanya melihat dari layar televisi dirumah. Berikut catatan penulis terhadap pelaksanaan debat..

Segmen I penyampaian visi misi

  • Dimulai dari penyampaian visi misi paslon nomor satu Abun Yani dan Suharianto dengan mengenakan kemeja warna merah yang tampil cukup bersemangat malam itu. Visi misi yang disampaikan cukup bagus seperti percepatan pembangunan desa, tansparansi, pemerataan pebangunan dll namun penulis merasa terkesan normatif, hanya satu yang menarik yaitu akan memberikan 1 milyar 1 desa.
  • Paslon nomor urut dua Agustian Mahir dan Suswiyanto tampil dengan kemeja biru memulai debat dengan sangat santai dan terkesan lambat, menceritakan sejarah berdirinya Muaro Jambi dan pengalaman mengabdi selama tujuh belas tahun. Sayangnya menurut penulis tidak ada visi misi kongkrit yang ditawarkan kepada masyarakat dan tidak memanfaatkan waktu yang tersisa cukup banyak.
  • Mengenakan baju warna putih, duet mantan anggota DPRD Provinsi paslon nomor tiga Masnah Busro dan Bambang menyampaikan visi misi dimulai dengan menampilkan data jumlah desa, menyampaikan beberapa persoalan yang ada di Muaro Jambi dan solusinya dengan visi Muaro Jambi Tuntas 2017-2022. Sayangnya Masnah terlalu fokus membaca teks dan tidak memanfaatkan waktu yang masih tersisa.
  • Dengan visi misi Muaro Jambi Bangkit Berjaya paslon nomor urut empat Ivan Wirata dan Dodi Sularso penulis anggap memiliki visi misi paling lengkap dan terstruktur sampai pada program-program hanya sayang menyampaikannya dengan intonasi yang datar. Dari keseluruhan jawaban paslon, menurut penulis ronde pertama dimenangkan paslon nomor urut empat.

Segmen II

adalah adalah penajaman visi misi, menjawab pertanyaan moderator program kongkrit apa untuk mengambangkan semua potensi yang ada di Muaro Jambi ?

Dimulai dari paslon nomor dua yang dijawab oleh cawabup yang cukup berpengalaman dipemerintahan namun terlalu normatif dan tidak ada program kongkrit yang ditawarkan. Paslon nomor tiga juga dijawab oleh cawabup yang menurut penulis secara retorika sangat baik dan bisa menutup kekurangan Masnah, dari banyak program yang ditawarkan yang paling mencuri perhatian adalah gagasan pembuatan administrasi kependudukan cukup di kecamatan, ini sangat masuk akal melihat kondisi geografis Muaro Jambi. Paslon nomor empat cukup ciamik dengan program-program yang terstruktur, berbasis data dan lebih fokus pada infrastruktur dan pertanian, sayang Ivan Wirata lebih banyak mendominasi jawaban dan tidak memberikan kesempatan kepada wakilnya. Paslon nomor urut satu yang mendapat giliran terakhir cukup lumayan dengan menyampaikan data-data pertanian dan infrastuktur jalan. Segmen kedua ini paslon nomor urut tiga unggul tipis dari paslon nomor urut empat.

Segmen III menjawab pertanyaan berdasarkan undian

  • Dironde ketiga ini paslon nomor tiga menjawab pertanyaan seputar program nyata peningkatan potensi budaya, dijawab cukup baik sepertinya jawaban sudah dipersiapkan karena Ibu Masnah membaca teks, untungnya Pak Bambang bisa menambahkan secara mengesankan dengan poin utama akan melibatkan peran tokoh dan masyarakat adat dalam membangun situs budaya.
  • Pertanyaan untuk paslon empat adalah masalah intoleransi dan radikalisme, narasi dan janji yang disampaikan cukup baik yaitu akan lebih perhatian para dai dan sarak serta menjaga kerukunan antara ulama dan umarok, namun lagi-lagi yang menjawab hanya Pak Ivan dan wakilnya harusnya bisa lebih berperan dan melengkapi jawaban.
  • Penampilan paslon nomor satu disegmen ketiga dari segi retorika dan artikulasi cukup baik namun dari substansi masih terkesan normatif.
  • Sedangkan paslon nomor dua mendapat pertanyaan seputar kemiskinan, yang menarik adalah ada gagasan pembuatan kantor pengentasan kemiskinan namun tidak dijelaskan secara komprehensif, intonasinya pun lambat dan tidak menggairahkan.

Di segmen ketiga penulis memberi skor imbang antara paslon nomor tiga dan empat

 Segmen IV

saling bertanya antar paslon

Secara keseluruhan dalam segmen ini pertanyaan dan jawaban yang ditampikan para paslon mengenai masalah buruknya pelayanan publik, narkoba, peningkatan harga kelapa sawit, pajak dan PAD sangat baik namun cukup membosankan tidak ada sentilan-sentilan atau jawaban menohok dari para paslon. Overall di segmen keempat dari penyampian jawaban, kreativitas dan konsep pason nomor urut empat masih lebih unggul dari paslon lain.

 Segmen V debat antar paslon

Di segmen ini suasan lebih hidup paslon nomor satu bertanya mengenai lambatnya investasi dan maraknya pungli, mulai menyentil paslon nomor dua dan tiga karena dianggap bagian dari pemerintahan lama yang seharusnya bisa lebih berperan aktif. Jawaban-jawaban yang diberikan paslon lain lebih kepada penguatan internal seperti perbaikan pelayanan satu atap, transparansi dan kepastian hukum. Tidak ada langkah kongkrit bagimana meningkatkan investasi, memasarkan produk-produk muaro jambi dan mendatangkan investor dari luar daerah.

Yang paling menarik dari segmen ini adalah debat mengenai infrastuktur jalan yang ditanyakan oleh paslon nomor dua. Paslon nomor tiga menjawab pertama dengan cukup tegas akan memperjuangkan aspan beton, yang kemudian kritisi oleh paslon nomor empat dengan basik mantan kadis PU yang tentu sangat menguasai bidang ini, yaitu menjelasakan bahwa bila dikaitkan dengan APBD Muaro Jambi tidak akan cukup membuat aspal beton, namun solusinya dalah cukup pengerasan jalan dan membuat empat UPTD terpadu. Jawaban Paslon nomor satu juga cukup menarik yaitu dalam pembangunan didesa kusus jalan akan di swakelolakan oleh masyarakat. Diakhir paslon nomor dua yang notabene adik bupati periode sebelumnya menanggapi semua jawaban dengan rumitnya membangun jalan maka jangan menjadikan masalah jalan menjadi kambing hitam. Dalam putaran debat segmen lima ini paslon empat lebih aplikatif dan terukur.

 Segmen VI

closing statment

Paslon nomor dua tampil anti klimaks menutup dengan intonasi datar bahkan tidak ada ajakan untuk memilih. paslon nomor tiga cukup bersemangat diselingi pantun dengan mengajak seluruh warga disemua kecamatan untuk memilihnya. paslon nomor empat cukup mempesona dengan program 5M-nya dan ditutup orasi bahasa jawa oleh Dodi Sularsi untuk warga Sungai Bahar. Sedangkan paslon nomor satu satu-satunya calon dari jalur perseorangan menegaskan bahwa bila memimpin tidak akan ada kepentingan dan murni untuk rakyat.

itulah beberapa hal secara komunikasi politik yang penulis tangkap dalam debat pilkada Muaro Jambi, meskipun sudah mulai ada beberapa paslon yang menampilkan data dan program terukur, namun belum ada satu pun yang menjelaskan indikator keberhasilan yang ingin dicapai pertahunnya. Satu hal yang sama dari semua paslon adalah semua menggunakan peci hitam kecuali Ibu Masnah tentunya. terakhir penulis mengingatkan bahwa juara debat belum tentu juara pilkada, kekuatan figur, soliditas tim sukses dan strategi kampanyelah yang lebih menentukan kemenangan.

Juara Debat Belum Tentu Juara Pilkada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *