Jika PAN dan PDIP Duet di Muaro Jambi? Berikut Analisis Pengamat Politik

BERITA POLITIK – Meski Pilkada Kabupaten Muaro Jambi digelar pada 2024 mendatang, pembahasan ini mulai mencuat ke permukaan. Pengamat Politik Jambi, Dr Pahrudin HM sebut posisi Masnah Busro strategis, butuh duet santer. Lantas, bagaimana jika PAN dan PDIP duet di Muaro Jambi?

Pasca Masnah Busro, yang juga Bupati Muaro Jambi itu resmi di lantik sebagai Ketua DPD PAN di Muaro Jambi, mendadak menjadi pembahasan.

Baca juga : Masuk Pekan Ke-2 Januari 2022, Harga Sawit di Jambi Naik Lagi

Betapa tidak, memilih hengkang dari partai Golkar, sosok Wanita kelahiran Seponjen itu mendadak mendapat karpet merah di Partai Amanat Nasional (PAN).

Alhasil, strategi jitu menghantarkan Ia duduk menjadi orang nomor satu, di partai berlambang matahari itu. Menariknya lagi, Ia menggantikan posisi Bambang Bayu Suseno (BBS), yang merupakan Wakil Bupati Muaro Jambi.

Melihat fenomena tersebut, Dr Pahrudin HM menuturkan, hal itu sengaja di tempuh PAN guna kepentingan suara pada 2024. Apalagi, bilangnya, jika wacana 7 persen ambang batas partai politik di berlakukan, PAN terkesan waspada.

“PAN masih mempertimbangkan BBS, tetapi lebih condong ke Masnah Busro. Kenapa, ini berkaitan dengan kepentingan suara PAN 2024 di Muaro Jambi. Maka, seolah-olah BBS di kondisikan dulu sebagai Pengurus DPW Provinsi. Tak bisa di pastikan, BBS bisa saja ‘cabut’ jelang hajatan,” bebernya.

BBS dan Ivan Wirata

Di samping itu, Akademisi Lulusan S3 Ilmu Sosial Universitas Airlangga ini mengamati, jika Bambang Bayu Susesno (BBS) masih kekeh untuk maju pada Pilbup, maka kemungkinan terbesar Ia hengkang dari PAN.

Dalam hal ini, bilangnya, tentu PAN lebih memprioritaskan kesempatan bagi Masnah Busro. Tak lain, mempertimbangkan sisi ‘nilai tawar’ di Bumi Sailun Salimbai.

“Kalau misal BBS masih konsisten ingin maju di Pilkada, opsinya dia harus keluar dari PAN. Sekali lagi, PAN tidak mungkin mengorbankan Masnah. Bergaining politiknya, Masnah itu Bupati. Paling rasionalnya, ya dia ke PDIP sebagai peroleh kursi terbanyak,” imbuhnya.

Beralih ke tokoh lain, misalnya sosok Ivan Wirata, yang merupakan Ketua Golkar Muaro Jambi itu, tampaknya menjadi perhatian pengamat politik. Namun, Dr Pahrudin menilai, sosok dewan yang aktif sebagai YouTuber itu, di nilai ‘jual mahal’.

“Kalau Ivan Wirata, sulit di prediksi duduk di 02. Memang idealnya, mereka duet tapi kemungkinan kecil. Mengingat, ini berkaitan dengan sejarah Ivan di Muaro Jambi,” bebernya.

Kalau PAN dan PDIP Gabung

Selanjutnya, kemungkinan fantastis juga di utarakan Direktur Lembaga Kajian PUTIN ini. Ia mengatakan, jika Partai berlambang matahari itu duet bersama Partai Banteng, maka kemenangan sejak awal dapat di tebak.

Lihat juga video : Demo Mahasiswa Berujung Ricuh

Betapa tidak, perpaduan partai penguasa eksekutif dan legislatif itu, di nilai duet maut. Namun sayangnya, jika duet itu terjadi di nilai nilai demokrasi di Bumi Sailun Salimbai, terkesan tak memunculkan sajian yang menarik.

“Yang paling aman, ya dengan PDIP peroleh suara terbanyak. Tapi begini, kalau mereka menyatu sudah otomatis menang. Dari sisi demokrasi, Pilkada Muaro Jambi tak seru, sudah bisa di tebak pemenangnya. Hal menarik, ketika PAN dan PDIP head to head. Secara strategi politik, memang lumrah di lakukan.” tutupnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033