JAMBI – Terkait pemberitaan dinamikajambi.com dan sejumlah media online lain pada PHK massal karyawan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, anak Group Sinar Mas, mengklaim bukan PHK Massal.
Lewat Hermawan yang mengaku perwakilan perusahaan memberikan klarifikasi. Perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan tisu itu menolak PHK massal. Perusahaan mengklaim tengah menjalankan program peningkatan produktifitas karyawan.
Berikut klarifikasi yang disampaikan perwakilan perusahaan melalui saluran jejaring sosial pada Kamis (30/6).
“di PT Lontar Papyrus tidak ada PHK massal karyawannya tapi yang ada adalah PT Lontar Papyrus saat ini menjalankan suatu program yang namanya Program Peningkatan Produktifitas Karyawan yang disingkat P3K dan dengan adanya program ini maka secara langsung akan berdampak pada beberapa orang karyawan yang memiliki performance atau kinerja jelek yang setiap tahunnya di evaluasi oleh masing2 pimpinan unit/bagian. Selain itu ada juga beberapa karyawan yang atas keinginan sendiri mengajukan pensiun dini dan sudah masuk syarat usia pensiun dini yaitu masa kerja 20 tahun dan telah berusia 45 Tahun sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang ditanda tangan”
Baca Juga : KSBSI Sesalkan PHK Massal di PT Lontar Papyrus, Group Sinar Mas
Baca Juga : Ratusan Karyawan Sinar Mas Group Cemas, Usai Lebaran Terancam PHK
Sebelumnya, dari narasumber didapatkan PT LPPI “memangkas” karyawan berstatus kerja puluhan tahun. Perusahaan dituding mengurangi para pekerja berstatus karyawan untuk digantikan tenaga kerja dari outsourching yang berbiaya lebih murah.
Dalam penelusuran awak media, sejak Januari hingga Juni 2016 saja, sudah mendekati angka 200 buruh yang diPHK, setelah sebelumnya PHK massal sebanyak 200 buruh pada tahun 2015. Program perusahaan total akan memPHK hingga 1.000 orang lebih. Puncaknya buruh akan tersisa 800 orang dari total 2.200 orang pekerja.
