JAMBI – Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Provinsi Jambi mendatang, nama-nama kandidat terus bermuculan, mulai dari Kepala Daerah setiap Kabupaten/Kota, Tokoh Masyarakat, hingga petinggi kepolisian.
Dari masing-masing nama yang bermunculan tersebut, sama-sama memiliki potensi dan tujuan yang sama yakni memajukan Jambi menjadi lebih baik lagi.
Seperti satu nama yang kerap kali disebut akan mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi, yakni Walikota aktif Kota Sungai Penuh, Prof. Dr. H. Asyafri Jaya Bakri, MA.
Dalam Pilgub mendatang, pria yang juga merupakan mantan Rektor UIN jambi 2 periode itu tidak hanya menyatakan siap untuk terjun di Pilgub. Akan tetapi ia juga sudah merencanakan langkah apa yang akan dilakukan, untuk membangun Provinsi Jambi lebih baik kedepannya.
Dikatakannya pada awak media, Sabtu (27/7) bahwa ada 3 langkah awal dan yang juga menjadi permasalahan, yang perlu dikembangkan di Provinsi Jambi kedepan. Diantaranya, yakni sebagai berikut :
1. Keberagaman sebagai potensi Realitas masyarakat Provinsi Jambi Yang Terbuka
Menurut AJB, keberagaman yang ada di Provinsi Jambi ini bukanlah merupakan sumber konflik. Akan terapi merupakan kekuatan, dan potensial yang harus diperhatikan serta dikembangkan kedepannya.
Untuk itu, dalam memperhatikan dan mengembangkan potensi dari setiap keberagaman ini, pemimpin Jambi ke depan harus membukanya dan melibatkan dari berbagai unsur dan suku yang ada, jika ingin memajukan Provinsi Jambi.
“Membangun Provinsi jambi ke depan, kita harus membuka provinsi jambi ini sendiri. Karena Keterbukaan itu akan membawa keterlibatan dari semua lini dan unsur yg ada, dengan berbagai multikultural dan suku yang ada.” katanya.
Selain itu, Keberagaman ini juga harus menjadi potensi kedepannya. Jangan membedakan suku, ras dan orang asing yang ada di Provinsi Jambi.
“Saya tidak membedakan yang mananya ada istilah suku asing, pendatang. Jadi Kepemimpinan kedepan, kita harus mampu membangun keberagaman ini, untuk membangun Provinsi Jambi lebih maju lagi kedepan.” ujarnya.
Menurutnya, keberaman adalah sebagai kekuatan yang harus menjadi pandangan kedepan, agar Jambi lebih maju lagi kedepannya. “Nah dengan begitu, tentu semakin mudah bagi kita untuk memajukan Provinsi Jambi, untuk pembangunan yang lebih baik lagi.” tambahnya.
“Segala macam suku, dan etnis ini adalah gerakan yang memang merupakan, gerakan yang sudah diciptakan tuhan. oleh katena itu, pimpinan kedepan harus merangkul semua unsur-unsur yang ada di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini. Sehingga kemajuan Provinsi Jambi, mampu menjadi lebih maju lagi.” paparnya.
2. Kemajuan Masyarakat, Dalam Arti Adalah Masalah SDM
“Ketika kita membandingkan daerah kita dengan daerah lain, kita bisa melihat dimana kekurangan dan kelebihan kita.” imbuhnya.
Menurutnya kalau dibandingkan dengan daerah lain, dari segala sisi Jambi masih sangat perlu ditingkatkan lagi. “Jadi inilah permasalahan SDM ini harus kita gali dengan serius, untuk membawa daerah kita menjadi lebih baik lagi kedepannya.” bebernya.
“Jadi interpensi pemerintah itu, bukan hanya karena dari sisi kebijakan, akan tetapi harus memberikan dukungan, dan dorongan kepada SDM kita dalam mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki.” sambungnya.
Jadi kedepannya, bagi Mantan Rektor UIN Jambi itu kedepannya Provinsi Jambi perlu pemimpin yang benar-benar peduli terhadap potensi SDM yang ada di Provinsi Jambi.
“Jadi saya pikir, Provinsi Jambi butuh pemimpin yang memang benar-benar peduli terhadap SDM, bukan hanya di pembanguj Infrastrukrur.”
3. Mematrikan Nilai-Nilai Religius
Dari 2 pokok permasalahan yang disampaikan diatas, AJB sebut bahwa dalam menjalankannya, harus memasukkan nilai-nilai religius.
Menurutnya, pada dasrnya, segala keberhasilan yang sudah dicapai, segala sesuatunya harus tetap kembali kepada nilai-nilai ajaran tuhan dan agama masing-masing umat.
“Nah yang ketiga ini, ialah bagaimana cara kita memasukkan nilai-nilai agama dalam setiap pembangunan dan kemajuan yang kita kerjakan.” tandasnya.
(Nrs)
