MERANGIN – Heboh oknum kades di Merangin, cekcok saat diperiksa petugas di Posko Covid-19, jadi sorotan. Ketegangan itu, tak patut ditiru.
Kronologi kejadian yang dihimpun, petugas jaga Posko Pasar Masurai yang dibuat Pemerintah Kabupaten Merangin menjalankan tugas pemeriksaan.
Sesuai SOP, pemeriksaan dilakukan seperti pendataan, pengecekan suhu tubuh dan identitas. Bagian terakhir, Pemkab Merangin membatasi kedatangan warga yang tak memiliki identitas atau KTP Merangin.
“Saat diberhentikan petugas, kades mengaku hanya sendirian. Namun petugas melihat, mobil bergoyang, seperti ada orang lain. Ternyata ada 3 orang di dalam,” ungkap sebuah sumber terpercaya, Kamis (07/05/2020) malam.
Oleh petugas, penumpang diminta identitasnya. Disinilah, kades cekcok dengan petugas saat diperiksa.
Entah kenapa, oknum kades di Kecamatan Jangkat Timur itu menolak.
“Orang dusun akulah. Ngapo nak diperikso,” kata sumber menirukan perkataan kades.
Dari video yang didapatkan awak media, keberatan oknum kades Desa Tanjung Mudo itu menimbulkan perdebatan. Petugas tak mau ambil resiko tanpa pemeriksaan dan standar, sementara oknum kades yang diketahui Anton Prasetyo itu menilai tak perlu.
Disinggung soal adu jotos yang terjadi, narasumber mengatakan hal itu tidak terjadi. Hanya saja, oknum kades marah-marah dan kemudian memukul meja.
Baca Juga : Mendadak Sesak Nafas, Sopir Rental Meninggal di Jalan
Baca Juga : Plat Lepas, Berikut Klarifikasi Debat Dewan Dengan Polisi di Posko
“Dak ado. Tapi kades itu mukul meja. Petugas tentu tak terima,” terangnya.
Tak hanya itu, perbuatan yang membuat petugas jengkel, saat kades melempar KTP dari dalam mobil.
Dari rekaman video berdurasi 43 detik, oknum kades terekam kontak fisik dengan petugas berseragam TNI. Ini terjadi, setelah petugas mempertanyakan alasan kades memukul meja. Sejumlah pria lantas memisahkan keduanya.
Lihat Video : Oknum Kades Cekcok Saat Diperiksa Petugas Posko Covid-19
Hingga berita ini dimuat, awak media belum dapat mengkonfirmasi Anton. (Red)
