BERITA JAMBI – Aneh dan menjengkelkan. Hasil uji swab negatif, seorang pasien riwayat jantung di Provinsi Jambi malah masuk ruang isolasi. Ada apa?
Stress dan kebingungan, anak pasien di buat uring-uringan. Ia ikut sang ayah dalam isolasi di salah satu rumah sakit di Kota Jambi. Hampir 2 hari 2 malam Ia berada di Ruang Marwah, ruang isolasi itu.
Baca juga : Tim Rajawali Polres Muaro Jambi Tangkap Pencuri Motor Petani di Muaro Jambi
Awalnya, keterangan anak pasien jantung di jambi, mereka sebelumnya melakukan uji swab. Hal itu sebagai syarat masuk.
Mengingat kondisi sang ayah dengan riwayat jantung dan butuh penanganan cepat, Ia memutuskan untuk segera melakukan uji swab.
“Karena uji swab umum 3 hari dari BPJS. Sementara kita butuh cepat,” ungkap sumber.
Mereka pun merogoh uang jutaan untuk uji swab dari Rumah Sakit Dr Bratanata.
Singkat kata, mereka masuk ke rumah sakit Arapah Jumat (5/2/2021) malam sekitar pukul 23.00 Wib. Ia membawa sang ayah dengan riwayat sakit jantung.
Sabtu (6/2/2021) dinihari pasien di pindah ruangan. Konyolnya, sang anak ikut dengan pasien.
Jika memang terindikasi Covid-19, kenapa harus sang anak ikut ruang isolasi? Parahnya lagi, ayah dan anak itu tetap berada di ruangan isolasi hingga Minggu (7/2/2021) sore.
Uji Swab Telan Uang Pribadi
Padahal, Minggu dinihari hasil swab yang menelan duit pribadi pasien Rp 1.650.000 telah menyatakan pasien negatif. Permintaan pindah setelah uji swab yang di tandatangani dr Immanuel S.Sp sebagai penanggung jawab, seolah tak di indahkan.
“Sudah entah berapa kali saya bilang, hasilnya ini negatif. Tolong pindahkan,” kata sumber.
Pasien berinisial DL (70) itu tetap berada di ruang isolasi bersama anak perempuannya. Padahal, jika terindikasi, protokol penanggulangan tak boleh ada pendampingan. Bukankah itu akan menambah resiko penularan?
Entah kenapa, pihak rumah sakit menahan mereka di ruang yang patut di pertanyakan sebagai ruang isolasi.
Apa tujuan rumah sakit? Dugaan mengejar klaim biaya pasien Covid-19 pun mencuat. Benarkah demikian?
Lihat juga video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi
Awak media mencoba konfirmasi pihak rumah sakit. Bagian informasi menyarankan untuk kembali Senin (8/2/2021). Hal demikian, wartawan media ini kembali datang kali kedua.
Sementara pasien sendiri akhirnya di pindahkan pada sore hari tadi. Itu pun setelah komplain keluarga pasien.
“Sudah stress aku,” ungkap sumber saat di temui. (Red)
