Halal Bi Halal Perdana di Sarolangun, Gubernur : Kurangi Ketergantungan Komoditi Sawit dan Karet

JAMBI – Gubernur Jambi, H. Zumi Zola,S.TP, MA, Senin (11/7) menyambangi Kabupaten Sarolangun bersilaturahmi dan Halal bi Halal dengan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat bertempat di halaman Rumah Dinas Bupati Sarolangun. Dalam kesempatan, Gubernur juga menyampaikan untuk mengurangi ketergentungan dengan komoditi karet dan sawit.
Dalam sambutan dan arahannya, Zola menyatakan, kalau biasanya Pemerintah dan tokoh masyarakat Kabupaten/Kota yang mendatangi gubernur untuk melaksanakan silaturrahmi dan halal bi halal, maka dia mengubahnya menjadi gubernur yang mendatangi pemerintah dan tokoh masyarakat kabupaten/kota untuk bersilaturrahmi dan halal bi halal.
“Saya yang muda ini yang mendatangi yang tua,” ujar Zola.
Selain itu, lanjut Zola, dengan halal bi halal seperti ini, semakin banyak masyarakat yang bisa dia datangi dibandingkan dengan jika berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Zola mengatakan, halal bi halal disertai maaf-memaafkan, membangun jalinan kebersamaan dan menciptakan suasana damai dan tentram. Dia mengajak dan meminta dukungan para tokoh masyarakat dan tokoh agama dan segenap lapisan masyarakat untuk sama-sama menghadapi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Zola menegaskan, selaku Gubernur Jambi, dirinya mendukung penuh program dan kebijakan bupati dan walikota yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya sebagai gubernur mendukung semua kebijakan bupati dan kepala daerah yang baik untuk masyarakat,” ujar Zola yang mencontohkan program pembangunan dan pelayanan bagi SAD dan pembangunan jalan akan didukung.
Pada kesempatan tersebut, Zola mengemukakan bahwa ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap komoditi kelapa sawit dan karet harus terus diupayakan untuk dikurangi. Bahkan, dia mengungkapkan, hal tersebut telah di-sharing-kannya dengan Wakil Presiden.
Sejalan dengan itu, Zola sangat mengapresiasi upaya terobosan yang dilakukan oleh Bupati Sarolangun dan jajarannya dengan penanaman ubi racun dan rencana pembangunan pabrik tapioka, serta penanaman jahe dimana PT Sido Muncul di Semarang sudah siap menampung jahe tersebut.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap kelapa sawit dan karet, Zola juga mengemukakan sangat penting untuk terus mengurangi ketergantungan pangan dari daerah lain di luar Provinsi Jambi.
Zola menyatakan agar Pemerintah Kabupaten Sarolangun memetakan potensi pangan di Kabupaten Sarolangun, seperti cetak sawah, lahan untuk penanaman cabai, dan lainnya, serta mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan mendukung usaha meningkatkan pemenuhan pangan.
“Potensi untuk pangan ada. Kita harus terus berkomitmen untuk mengurangi pangan dari provinsi lain setiap tahun. Setiap tahun lahan untuk pangan semakin terbatas,” ungkap Zola.
“Provinsi siap mendukung penanaman tanaman pangan, tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat,” jelas Zola.
Terkait permasalahan permodalan masyarakat untuk membuka usaha, Zola menyatakan bahwa Bank Jambi siap membantu memberikan bantuan permodalan.
Selanjutnya, Zola minta didoakan agar dirinya dan Wakil Gubernur Jambi, Pak Fachrori Umar diberikan kekuatan agar amanah memimpin Provinsi Jambi.
Sebelumnya, Bupati Sarolangun, Drs.H.Cek Endra, dalam sambutannya menyatakan, Dia sangat mengapresiasi kedatangan gubernur untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat Sarolangun. “Kabupaten pertama yang dipilih adalah Sarolangun, ini suatu kebanggaan bagi kami,” ujar Cek Endra.

halalbihalaldisarolangun
Halal bi halal di Sarolangun. Foto : Roni
“Segenap masyarakat Sarolangun mengucapkan minal aidin walfaidin, mohon maaf lahir dan bathin. Kita memaknai Idul Fitri dengan semangat yang baru,” kata Cek Endra.
Cek Endra mengatakan berkat kerjasama dengan Forkopimda Kabupaten Sarolangun, pelaksanaan Idul Fitri di Kabupaten Sarolangun berlangsung dengan lancar, tanpa ada hambatan yang berarti.
“Mari kita sama-sama membangun jiwa yang baru pasca lebaran dengan niat yang tulus. Pasca lebaran, kita tetap ke mesjid untuk sholat berjamaah 5 waktu, jangan nuggu lebaran tahun depan,” harap Cek Endra.
Cek Endra menjelaskan, dalam pembangunan Kabupaten Sarolangun, dia dan Wakil Bupati Sarolangun, H.Pahrul Rozi menekankan dua hal, yakni yang pertama bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk komoditi alternatif selain sawit dan karet, dan yang kedua membangun kehidupan agama dan kerohanian masyarakat.
Maka dari itu, Cek Endra menuturkan bahwa dia sudah menggagas agar masyarakat menanam ubi racun dan akan membangun Pabrik tapioka. Selain itu, menanam jahe gajah, dimana PT Sidomuncul di Semarang siap menampung komoditas Jahe tersebut. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *