BERITA POLITIK – Semakin dekat Musyawarah Wilayah (Muswil), kisruh di tubuh partai ini makin jadi. Ngotot perjuangkan kader dan siap turunkan puluhan kader, Muswil PPP di Batang Hari terancam bentrok.
Terus bergulir, dinamika di Partai Persatuan Pembangunan memuat pro kontra kepemimpinan yang bakal berlangsung di Muswil PPP di Batang Hari. Munculnya nama bakal calon Ketua DPW dari non kader, memicu hal itu.
Baca juga : GPK Tolak Non Kader di Muswil PPP Jambi, Begini Tanggapan Evi Suherman
Badan Otonom Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) geram, menolak masuknya non kader. Mereka ngotot, partai harus dengan komando dari kader, bukan dari luar.
Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah Jambi, Afriansah sebelumnya mengisyaratkan hal itu.
“Jangan sampai malu di arena Muswil di kampung sendiri. Ya, karena beliau bukan Kader. Sementara di syarat PO Muswil itu, harus Kader yang diutamakan,” bebernya.
Pun asumsinya, jika terjadi hal ini tidaklah adil. Pasalnya, banyak Kader diakar rumput yang berjuang mati-matian membesarkan partai.
“Kalau yang bukan Kader, itu ibarat kita pelihara ayam jago orang. Setelah besar jagonya, dia akan lari ke kandangnya. Sudah banyak contoh diluar ya, ” tambahnya.
Mantan Ketua GPK
Mantan Ketua GPK Jambi, Peri Monjuli turut menolak masuknya non kader. Ia mendukung penuh, upaya GPK menolak non kader.
“Sebagai mantan Ketua GPK, akan mendukung penuh gerakan GPK. Yang mana setelah kita pelajari, mereka sejalan dengan koridor AD/ART partai,” tegasnya pada awak media, Senin (31/5/2021) siang.

Oleh karena itu, Ia bakal pasang badan untuk GPK. Tak main-main, Peri bakal menurunkan puluhan orang ke Batang Hari, tempat berlangsungnya Muswil .
“Besok, kita akan turunkan pasukan 50 orang ke Batang Hari. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita siap bertempur,” tegasnya.
Berita lain : Jelang Muswil PPP, Ketua GPK Komentar Keras Masuknya Bupati
Peri kembali menegaskan, upaya mendorong kader ini demi menyelamatkan partai. Karena kaderlah yang memperjuangkan, menyelamatkan partai.
“2019 lalu, kita berjuang keras menghadapi pemilu. Bagaimana kerasnya kader turun meraih suara, sementara partai tengah menghadapi kasus. Sekarang kita ngotot mendorong kader. Jangan orang lain yang menikmati,” tegas simpatisan Jokowi itu.
(Red)
