Ditanya Soal Mobil Batubara, Bupati Sarolangun Sebut 2 Jembatan Sudah Jebol

JAMBI – Terkait belakangan ini sering terjadinya kecelakaan akibat mobil batu bara yang malang melintang, Bupati Sarolangun, H. Cek Hendra mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa prediksikan. Akan tetapi bisa sama-sama menjaga itu semua. Hal ini disampaikannya usai menghadiri pertemuan di Ruang Utama kantor Gubernur Jambi, Selasa (28/8/18).

“Sulit ya menjawab antara korban lalu lintas dengan batu bara, saya pikir dulu sudah ada perda dari Provinsi. Pengataruan mengenai jalannya batu bara, ikuti aja perda itu,” katanya.

Bupati Sarolangun itu juga mengatakan, mobil batu bara ini memang sering kali beraktivitas di siang hari. Walaupun sudah dilarang dalam pergub Provinsi Jambi. “Sekarang banyak yang melanggar, yang tadinya boleh berjalan hanya malam, dilakukan pada siang hari. Dan tonase, sekarang ada dua jembatan yang jebol. Karena sekarang bukan poldisel yang lewat, malah teronton bisa ke Jambi.” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan jika dikaitkan kecelakaan dengan batu bara, itu sulit untuk diprediksikan. Karena baginya tanpa ada batu bara pun, juga ada kecelakaan. “Kalau masalah kecelakaan kita tidak bisa prediksi, tanpa batu bara pun ada kecelakaan. Tapi karena padatnya lalu lintas, solusi pertama yaitu bikin jalan khusus batubara,” ujarnya.

Untuk itu, Cek Hendra mengatakan solusi yang tepat adalah perlu ditegakkan perda yang pernah ada di Provinsi, tertibkan kembali, dan perlu diadakan pengawasan bersama. (IAN)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033