Gardu Induk Beroperasi, Zola Berharap Bisa Hentikan Pemadaman

TANJABTIM – Gubernur Jambi H. Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA berharap, dengan beroperasinya Gardu Induk (GI) dapat menjadi solusi permasalahan kelistrikan di Kabupaten Tanjabtim dan Tanjabar, pemadaman secara bergilir tidak terjadi lagi, harapan demikian disampaikannya, saat Menghadiri Tasyakuran Beroperasinya Gardu Induk (GI) dan SUTT 150 kV PHI Incomer serta Launching Tim terpadu percepatan penyelesaian Ketenaga Listrikan di Provinsi Jambi, bertempat di Muara Sabak, Rabu (28/09/2016).

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Zola menyampaikan, dengan diresmikan pemakaian GI ini tidak adalagi pemadaman secara bergilir dan masyarakat bisa mengunakan untuk usaha UMKM rumahan,” kita bukan hanya memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga tetapi juga memberikan kesempatan pada lapisan masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan UMKM yang bisa menciptakan lapangan kerjas sendiri terutama di pedesaan,” ungkap Gubernur.

Gubernur Zola juga menjelaskan, pembangunan PLTG muara sabak yang di mulai pembangunannya pada tahun 2013 yang lalu diharapkan bisa cepat beroperasi, yang mana sumbergasnya berasal dari petrochina,” Kita terus berupaya agar PLTG muara sabak ini cepat beroperasi agar permasalahan kelistrikan bisa teratasi, dalam pemenuhan kebutuhan listrik ditengah masyarakat,” jelas Gubernur

Mantan Bupati Tanjung Jabung Timur ini juga mengatakan, permasalahan listrik juga menjadi permasalahan nasional,” Saya membaca berita online tentang kunjungan Presiden RI Bapak joko Widodo ke beberapa daerah di indonesia, dalam setiap kunjungannya masyarakat selalu menyampaikan keluhannya masalah listrik, ini sudah menjadi masalah nasional, ” jelasnya

” Saya semenjak dulu ketika menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur, hingga menjadi Gubernur sering sekali menghadap langsung dan menyampaikan permohonan agar permasalahan listrik di jambi dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, baik PLN pusat, menteri ESDM, Wapres dan Bapak Presiden,” sambung Zola

Dikatakan Zola, Bapak Presiden memiliki Program strategis yaitu 35 ribu MW dan pemerintah provinsi jambi juga mendapatkan bagian itu,” PLN telah memiliki rencana kerja termasuk di provinsi jambi, untuk merealisasikan hal tersebut butuh dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah kabupaten juga Pemprov serta pihak swasta dan masyarakat,” jelas Gubernur

Dijelaskan Zola, selain panas bumi, Pemerintah Provinsi Jambi juga memiliki potensi air yang bisa dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mikro (PLTMH), telah dibangun 15 PLTMH dengan sumber dana APBN dan APBD yang tersebar di kabupaten, Merangin, Bungo, sarolangun, Tanjung Jabung Barat.” Provinsi jambi banyak memiliki potensi air terjun yang bisa dikembangkan lagi menjadi PLTA dan PLTMH kedepannya,

Ditegaskan Zola, untuk mensukseskan pembangunan kelistrikan di provinsi jambi, Pemprov telah membentuk tim satuan kerja yang bertugas mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan.” Tugas dari tim ini antara lain untuk membantu PLN dalam hal pembebasan lahan gardu induk dan jalur transmisi yang tersebar di provinsi jambi, tim satgas ini unsur dari pemerintah, kepolisian, TNI, kejaksaan dan semua pihak yang terkait untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkas Gubernur.

Selain Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh segenap PT. PLN pusat dan PLN Regional Sumatera, Cabang Jambi,” Saya ucapkan Terima Kasih Kepada seluruh segenap PLN Pusat, Regional Sumatera dan cabang jambi atas kerja samanya selama ini sehingga pembangunan infrastruktur ketenaga Listrikan di provinsi jambi bisa berjalan,” ucapnya.

Selain itu Direktur Regional Sumatera PT. PLN (Persero) Amir Rosidin     Menyampaikan, yang menjadi masalah lahan yang dilalui gardu banyak menimbulkan masalah,” dengan berkerja sama dengan masyarakat dan pemerintah kabupaten dan provinsi bisa kita atasi bersama, PLN tidak bisa berkerja sendiri untuk itu perlu kebersamaan,” ungkapnya

Dikatakan juga untuk ditahun mendatang PLN Persero akan mengerjakan penyelesaian di kota sungai penuh dan dilanjutkan kabupaten sarolangun.

Sementara General Manager Sumbangsel, Dedi mengatakan pembangunan Gardu Induk 150 kV sudah dimulai pada akhir tahun 2011 di danai APBN dan anggaran PLN sebesar 160 miliar.

“Dilanjutkan pendanaan oleh APBN , 2013 pendanaan APBN berhenti, sehingga kami melanjutkan dengan anggaran PLN, kami bebaskan tanah penduduk dan tanah di bawah jalur, Alhamdulillah segala kendala bisa diselesaikan dengan baik dan sejak tanggal 30 Agustus 2016 gardu ini bisa beroperasi. tentunya akan menjadikan sistem pelistrikan di Tanjung Jabung timur ini akan lebih baik,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Zumi Zola Juga menanda tangani Prasasti dan pemberian santunan kepada anak yatim dan pengurus mesjid.

Turut serta pada kesempatan ini, unsur Forkompimda Provinsi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, para Bupati/walikota Seprovinsi Jambi, para kepala SKPD Provinsi jambi dan Kabupaten tanjabtim serta para tokoh masyarakat tanjabtim, para undangan lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page