MERANGIN – Terkait dugaan penyimpangan dana desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Aur Berduri M. Rifyawan, akhirnya angkat bicara. Dimana sebelumnya, pekan ini masyarakat yang sudah geram menggelar aksi unjuk rasa.
Dalam aksi tersebut masyarakat menuntut supaya Kades M. Rifyawan itu diturunkan dari jabatannya. Namun naasnya setelah usai kejadian itu, Kades ini seakan sengaja menghilang dari kejaran awak media.
Setelah beberapa hari, ketika hendak ditemui dikantornya, Kamis (4/10) M. Rifyawan tak juga ada di kantor. Bahkan stafnya pun seakan tidak ada yang berada dikantor. Mendapati hal demikian, Dinamikajambi.com mendatangi kediamannya, dan kebetulan dirinya sedang berada dirumah.
Berita Lani : Warga Gruduk Kantor Desa Aur Berduri, Ini Tuntutannya
Saat dikonfirmasi mengenai aksi demo yang di lakukan masyarakat terhadapnya, Kades tersebut dengan santai mengatakan bahwa ini persoalan kecil.
“Sebenarnya ini masalah kecil,” ungkapnya.
Selain itu, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan yang dituduhkan masyarakat terdahapnya, orang nomor 1 di Desa Aur Berduri ini menjawab, bahwa itu hanya kesalahan teknis perangkat desanya saja.
Lebih lanjut, Rifyawan juga menegaskan bahwa bukan dirinya yang melakukan penandatangan itu, melainkan hal tersebut adalah ulah Kaurnya yang tak mau Ia sebutkan namanya.
Saat ditanyakan lagi, mengenai proyek desa untuk pengerasan jalan di tahun 2016. Rifyawan mengaku rugi.
“Desa nombok 5 mobil koral.” jelasnya.
Setelah mendapat keterangan langsung dari Kades tersebut, Dinamikajambi.com pun langsung mendatangi Sumardi, selaku koordinator aksi demo Senin lalu.
Saat ditemui, Sumardi mengatakan bahwa ada 11 tuntutan yang mereka ajukan, namun semuanya itu sudah menjadi tanggung jawab Camat.
Sumardi juga mengatakan, bahwa apabila Camat tidak bisa memberi hasil atas perkara tersebut, maka masyarakat akan melakukan unjuk rasa langsung ke kantor bupati.
“Kami memiliki 11 tuntutan, namun saat ini, camat yang menjamin penyelesaian dengan bupati dalam tempo 3 hari. Hari Senin nanti warga akan mendatangi kantor camat untuk meminta hasil, jika tidak ada hasil, maka Selasanya kami akan demo langsung ke kantor bupati.” pungkasnya. (Tr05).
