Ditengah Corona, Bisnis Ikan di Jambi Meningkat

JAMBI – Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 secara Nasional saat ini, telah berdampak pada menurunnya perekonomian secara luas. Bisnis Ikan di Jambi, justru malah meningkat.

Seperti diketahui, beda dengan usaha yang lain, beberapa bisnis ikan di Jambi justru malah meningkat. Padahal, berbagai aspek perenomian banyak yang turun, Akibat Pendemi Corona ini.

Sebagaimana yang terdapat pada data lalulintas produk perikanan, melalui BKIPM Jambi. Sejak Januari 2020 lalu, hingga Maret, bisnis ikan ini lebih dominan meningkat.

Baca juga : Dampak Corona, 4008 Pekerja di Jambi Dirumahkan dan 7 Orang di PHK

Salah satunya adalah di lihat dari data lalulintas ekspor, maupun pengiriman domestik ikan segar melalui bandara Sultan Thaha Jambi. Dari pelabuhan Kuala Tungkal di Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Nilai transaksi komoditi perikanan, berupa ikan segar yang di lalulintaskan melalui BKIPM Jambi pada bulan Januari 2020 tercatat Rp. 1.576.300.000.

Pada bulan Februari 2020, sedikit mengalami penurunan yaitu Rp. 1.244.822.000. Namun pada bulan Maret 2020, kembali mengalami kenaikan yang signifikan yaitu Rp. 1.990.582.000.

Sementara itu di lihat dari volumenya, pada Januari 2020 tercatat 14.2 ton, dan Februari 2020 sedikit mengalami penurunan menjadi 13 ton.

Akan tetapi, Maret 2020 volumenya kembali naik secara signifikan, yaitu 20.2 ton.

Sedangkan ikan segar selain yang dilalulintaskan melaui BKIPM Jambi, juga di ekspor melalui Wilker Kuala Tungkal.

Nilai ekspornya tercatat, yakni pada bulan Januari 2020 sebanyak Rp. 123.519.000, dengan volume 1.85 ton.

Untuk bulan Februari 2020 Rp. 287.095.000, dengan volume 3.67 ton. Sementara bulan Maret 2020, mengalami kenaikan yang signifikan yaitu Rp. 474.597.000, dengan volume mencapai 5.28 ton.

Kata Kepala BKIPM Jambi

Dikatakan Ade Samsudin, sekalu Kepala BKIPM Jambi, Selasa (14/04/2020) bahwa lalulintas ikan segar, baik itu domestik maupun ekspor justru meningkat ditengah pandemi Covid 19 ini.

Hal tersebut dikarenakan sebagai berikut :

1. Pemerintah tidak membatasi arus barang (logistic), termasuk hasil perikanan baik dalam negeri maupun untuk ekspor.  Yang penting sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Pengiriman ikan atau hasil perikanan ke Singapore, masih berjalan melalui pelabuhan Kuala Tungkal, dengan kapal laut maupun dengan pesawat di Jakarta.

3. Perusahaan di Jakarta, punya partner bisnis tidak hanya ke negara yang lockdown, tetapi mengirim juga ke negara-negara lainnya. Sehingga ikan atau hasil perikanan dari daerah, termasuk Jambi masih bisa mensuplay ke perusahaan/eksportir di Jakarta.

Lihat juga video : Posko Covid-19 di Merangin Kekurangan Alat

Hal senada juga disampaikan Meliya Bahnan, selaku Kasubsie Tata Pelayanan BKIPM Jambi, yang menjelaskan bahwa untuk komoditas ikan segar, yang dilalulintaskan baik melalui BKIPM Jambi maupun Wilker Tungkal.

Ia menyebutkan, ini krena untuk konsumsi, sehingga permintaan masih tinggi dan cenderung meningkat. Terutama sebagai pemenuhan kebutuhan protein, yang aman dan rendah kolesterol, bila di bandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. (Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033