Ditahan KPK, Walikota Ini Minta Maaf Sudah Korupsi

BERITA HUKRIM – Saat di geladang KPK dengan tangan di borgol, Walikota ini minta maaf sudah korupsi. Hal ini di sampaikannya, kepada seluruh masyarakat setempat, atas perbuatn yang sudah di lakukannya itu.

Merasa bersalah dan di tahan oleh KPK, Walikota ini pun minta maaf sudah korupsi pada warganya.

Sebagaimana di ketahui, Walikota Tanjungbalai, M Syahrial, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Tanjungbalai. Hal ini akibat kasus korupsi yang kini menjeratnya, sebagai tersangka.

Baca juga : Tak Bawa Surat Rapid Atau Swab, Jangan Harap Warga Jambi Bisa Mudik Sebelum 6 Mei

Penyampaian maaf itu, di sampaikan Syahrial saat di giring oleh pengawal tahanan, dengan tangan terborgol dan memakai rompi oranye khas tahanan KPK, untuk di bawa ke rumah tahanan.

“Ya, saya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Tanjungbalai, (korupsi) yang sudah saya lakukan,” ungkap Syahrial di Lobi Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (24/4/2021).

Syahrial juga mengklaim akan membantu penyidik KPK, untuk membantu membongkar kasus korupsi, yang kini menjeratnya tersebut.

“Saya akan kooperatif memberikan keterangan yang baik dan benar kepada KPK RI,” tutup Syahrial.

Suap KPK

Dalam kasus ini, Syahrial sendiri memberikan suap sebesar Rp 1,3 miliar kepada penyidik KPK, dari unsur Polri AKP Stefanus Robin Pattuju. Ini untuk dapat menghentikan perkara kasus korupsi yang tengah di tangani oleh KPK, terhadap Syahrial di Tanjungbalai. Selanjutnya, juga agar tidak naik di tahap penyidikan.

Adapun aktor yang mempertemukan Stefanus dan Syahrial, agar dapat membantu menghentikan perkara kasus dI Tanjungbalai, yakni Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar Aziz Syamsuddin.

Itu pertemuan awal terjadi di Rumah Dinas Aziz Syamsuddin, sekitar bulan Oktober 2020.

“AZ (Aziz Syamsuddin) memperkenalkan SRP (Stefanus Robin Pettuju) dengan MS (M Syahrial), karena di duga MS memiliki permasalahan. Ini terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjung Balai, yang sedang di lakukan KPK agar tidak naik ke tahap Penyidikan. Selain itu, juga meminta agar SRP dapat membantu. Tentunya, supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak di tindaklanjuti oleh KPK,” tegas Firli dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK

Selain Syahrial dan Stefanus, KPK turut menetapkan Maskur Husein selaku advokat, sebagai tersangka. Untuk Stefanus dan Maskur,  sudah di lakukan penahanan sejak Kamis (22/4/2021).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka M Syahrial di sangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13, UndangUndang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana di ubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Sumber : Suara.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube